• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Bandeng Rawa Belong, Tradisi Betawi yang Menyatukan Jakarta Jelang Imlek

W D by W D
1 Februari 2026
in Daerah
0
Bandeng Rawa Belong, Tradisi Betawi yang Menyatukan Jakarta Jelang Imlek
0
SHARES
95
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta Barat – Di tengah dinamika kota metropolitan, Jakarta masih menyimpan tradisi yang tumbuh dari perjumpaan lintas budaya.

Salah satunya adalah tradisi Bandeng Rawa Belong, yang kembali mengemuka menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sebagai simbol kebersamaan dan toleransi masyarakat ibu kota.

Tradisi tersebut menjadi topik utama dalam pertemuan santai bertajuk Ngopi Bandeng yang digelar di Bale Kopi Baba, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1/2026).

Acara ini dihadiri mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo bersama tokoh-tokoh Betawi, akademisi, pegiat budaya, serta perwakilan DPRD DKI Jakarta.

Fauzi Bowo atau Bang Foke menuturkan bahwa tradisi jual beli bandeng di Rawa Belong telah berlangsung selama puluhan tahun dan selalu hadir setiap menjelang Imlek.

Menurutnya, keunikan tradisi ini terletak pada keterlibatan aktif masyarakat Betawi yang justru menjadi pelaku utama dalam perayaan tersebut.

“Bandeng Rawa Belong bukan sekadar kegiatan ekonomi musiman, melainkan ruang pertemuan budaya yang hidup secara alami,” ujar Bang Foke.

Ia menjelaskan, dalam tradisi Tionghoa, ikan bandeng memiliki makna simbolik sebagai lambang ketekunan, harapan baik, dan keberuntungan.

Nilai tersebut kemudian diterima dan dipraktikkan oleh masyarakat Betawi, hingga bandeng Imlek menjadi bagian dari tradisi silaturahmi keluarga.

“Bandeng akhirnya menjadi hantaran khas, bukan hanya bagi warga Tionghoa, tetapi juga masyarakat Betawi. Ini proses akulturasi yang berlangsung tanpa paksaan,” jelasnya.

Bang Foke menilai, keterbukaan semacam ini merupakan ciri khas masyarakat Betawi yang sejak lama hidup berdampingan dengan berbagai etnis di Jakarta.

Karena itu, penguatan tradisi Bandeng Rawa Belong dalam bentuk festival dinilai penting untuk menjaga kesinambungan nilai budaya tersebut.

Dukungan terhadap pelaksanaan Festival Bandeng Rawa Belong 2026 juga disampaikan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Mpo Afni Sajim.

Ia menyatakan bahwa DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penuh festival yang dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Februari 2026.

“Tradisi ini memiliki potensi besar sebagai bagian dari penguatan identitas budaya Betawi sekaligus pengembangan pariwisata Jakarta,” kata Mpo Afni.

Ia menambahkan, festival budaya seperti Bandeng Rawa Belong tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukasi publik tentang nilai keberagaman dan kebersamaan di Jakarta.

Sementara itu, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, Zaenudin atau Bang Haji Oding, menyambut baik upaya menjadikan Bandeng Rawa Belong sebagai festival tahunan.

Menurutnya, pengemasan tradisi dalam format festival akan membuatnya lebih dikenal, khususnya oleh generasi muda.

“Tradisi ini unik, hanya hadir menjelang Imlek dan hanya ada di Rawa Belong. Festival membuatnya lebih mudah dikenali masyarakat luas,” ujarnya.

Bang Haji Oding mengajak warga Jakarta untuk datang langsung menyaksikan Festival Bandeng Rawa Belong 2026.

Selain membeli bandeng berukuran besar, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni dan budaya Betawi.

“Bandeng Rawa Belong adalah cerminan Jakarta yang majemuk, tempat berbagai budaya bertemu dan saling menguatkan,” pungkasnya.

370
Tags: Akulturasi BudayaBandeng Rawa BelongBudaya BetawiDPRD DKI JakartaFauzi BowoFestival BudayaImlek 2026Jakarta BaratKearifan LokalTradisi Jakarta
Previous Post

Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, Bupati Labusel Bangun Sinergi dengan BPK RI Sumut

Next Post

HMI Sumut Desak Polisi Tangkap Pemilik Gudang Gas Oplosan di KIM 3 Medan

W D

W D

Next Post
HMI Sumut Desak Polisi Tangkap Pemilik Gudang Gas Oplosan di KIM 3 Medan

HMI Sumut Desak Polisi Tangkap Pemilik Gudang Gas Oplosan di KIM 3 Medan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.