Korannusantara.id – MEDAN, Karutan Labuhan Deli bantah tudingan Ketua Aliansi Kajian Advokasi Mahasiswa Sumatera Utara, bahwasanya Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Labuhandeli diduga menyalahgunakan kekuasaannya, Selasa (27/1/2026).
Dalam hal ini, redaksi korannusantara.id mengkonfirmasi karutan Labuhan Deli memberikan fasilitas istimewa kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), berupa kamar mewah dan vidio yang beredar.
Kepala Rutan Labuhan deli Eddy Junaedi menyampaikan ” Bukan mas. Itu foto di RS. dia status nya tahanan Kejaksaan negeri belawan. Kerna yang bersangkutan sakit, atas dasar diagnosa dokter rutan yang bersangkutan dirujuk ke rs Bandung di medan.
Dikawal oleh petugas Kejaksaan, rutan dan anggota tni. Jawabnya..
Karutan Eddy junaedi juga menambahkan yang bersangkutan ( Napi Tahanan ) sudah kembali di rutan labuhan deli.tutupnya
Yang sebelumnya Fauzan Ketua Aliansi Kajian Advokasi Mahasiswa Sumatera Utara, mengatakan, dugaannya pegawai Rutan Labuhan deli juga menyelundupkan wanita penghibur bagi warga binaan yang berani membayar mahal.
“Tidak mungkin berani kalau tidak ada yang membackup pegawai-pegawai yang kita duga memasukan wanita penghibur untuk menghibur warga binaan,” kata dia.
*Ketua Aliansi Kajian Advokasi Mahasiswa Sumut Desak Menteri Imipas Copot Karutan Labuhandeli Eddy Junaedi, diduga Fasilitasi Hubungan Asmara*
https://korannusantara.id/2026/01/27/menteri-imipas-copot-karutan-labuhandeli/



