• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

BMKG: Waspada Peningkatan Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia menjelang Akhir Januari

Adis by Adis
22 Januari 2026
in Nasional
0
BMKG: Waspada Peningkatan Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia menjelang Akhir Januari
0
SHARES
104
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta, 20 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia menjelang akhir Januari 2026. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh berbagai gangguan atmosfer yang saat ini terpantau aktif dan mendorong pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Situasi ini berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta gangguan pada sektor transportasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari. Dinamika atmosfer menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia. Dengan kesiapsiagaan yang baik dan pemantauan informasi resmi BMKG, risiko bencana dapat diminimalkan,” ujar Faisal di Jakarta, Selasa (20/1).

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor teknis yang memengaruhi kondisi cuaca dalam sepekan ke depan. Salah satunya adalah kemunculan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam dan tekanan udara mencapai 1001 hPa.

“Pergerakan sistem 97S ke arah barat berpotensi memperkuat pertemuan dan belokan angin dari pesisir barat Sumatra hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan,” kata Andri.

Selain itu, Monsun Asia diperkirakan menguat hingga 23 Januari 2026 dan disertai seruakan dingin (cold surge) yang signifikan dari daratan Asia. Fenomena ini meningkatkan kecepatan angin di Laut Cina Selatan dan mendorong pertumbuhan awan hujan secara masif di wilayah selatan khatulistiwa. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, serta Gelombang Kelvin yang didukung nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif turut memperkuat pembentukan awan Cumulonimbus.

Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh kelembapan udara yang tinggi pada lapisan bawah hingga menengah atmosfer, serta labilitas atmosfer yang kuat. Kombinasi faktor-faktor ini mendukung proses konvektif skala lokal dan meningkatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem di berbagai wilayah terdampak.

BMKG mencatat potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang akan terjadi secara bergantian di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026. Pada 21 Januari, potensi cuaca ekstrem diprakirakan melanda Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Memasuki 22 Januari, potensi serupa masih membayangi Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, lalu berlanjut pada 23 Januari di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT. Selanjutnya, pada 24 Januari, potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sebelum intensitas hujan meningkat di Bali, NTB, dan NTT pada periode 25 hingga 26 Januari.

BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan atmosfer terkini. Oleh karena itu, masyarakat dan pemangku kepentingan diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang maupun perjalanan darat, laut, dan udara.

“Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi cuaca darat, laut, dan udara melalui aplikasi InfoBMKG, laman bmkg.go.id, serta media sosial resmi @infobmkg yang diperbarui secara berkala,” pungkas Andri.

245
Tags: Andri RamdhaniBadan MeteorologiBMKGCurah Hujandan GeofisikaKlimatologiPlt. Deputi Bidang Meteorologi BMKGpotensi peningkatan cuaca ekstrem
Previous Post

Senator M Nuh Dorong Pemerintah Pusat Serius Urusi Kopdeskel Merah Putih

Next Post

Kunjungan ke Inggris, Prabowo Kerjasama Bangun 10 Kampus STEM dan Kedokteran di RI

Adis

Adis

Next Post
Kunjungan ke Inggris, Prabowo Kerjasama Bangun 10 Kampus STEM dan Kedokteran di RI

Kunjungan ke Inggris, Prabowo Kerjasama Bangun 10 Kampus STEM dan Kedokteran di RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.