Korannusantara.id – Medan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sunggal kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk keenam kalinya di depan Markas Polrestabes Medan, selasa (13/01/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan agar seluruh pelaku pengeroyokan terhadap anggota LPM Sunggal segera ditangkap dan diproses hukum hingga tuntas.
Koordinator aksi, Ricky Dalimunthe, menyampaikan bahwa hingga saat ini aparat kepolisian baru menangkap tiga orang pelaku. Sementara itu, masih terdapat sejumlah pelaku lain yang diduga terlibat namun belum diamankan, meskipun identitas mereka disebut telah diketahui oleh penyidik.
Ricky menjelaskan bahwa dalam proses rekonstruksi perkara, para pelaku yang telah ditangkap secara jelas menyebutkan sedikitnya tiga nama lain yang terlibat dan bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga kini, ketiga tersangka tersebut belum juga ditangkap oleh Polsek Sunggal.
“Rekonstruksi sudah dilakukan dan nama-nama pelaku lain sudah disebutkan secara terang. Tapi sampai hari ini, tersangka tersebut belum ditangkap. Ini yang menjadi pertanyaan kami,” ujar Ricky Dalimunthe kepada wartawan.
Menurutnya, pelaksanaan rekonstruksi tidak dapat dijadikan alasan untuk menghentikan proses pengejaran terhadap pelaku lainnya. Sebaliknya, hal tersebut seharusnya menjadi dasar kuat bagi aparat kepolisian untuk segera menuntaskan penanganan perkara.
LPM Sunggal menilai lambannya penangkapan terhadap tersangka lain menunjukkan belum maksimalnya kinerja aparat di tingkat Polsek Sunggal. Oleh karena itu, mereka mendesak Kapolrestabes Medan untuk memberikan atensi khusus terhadap penanganan kasus tersebut.
Selain mendesak percepatan penangkapan seluruh pelaku, LPM Sunggal juga meminta agar Kapolsek Sunggal dievaluasi. Bahkan, mereka mendorong agar dilakukan pencopotan apabila dinilai tidak mampu menuntaskan perkara pengeroyokan yang telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
Ricky Dalimunthe menegaskan bahwa LPM Sunggal akan terus mengawal kasus ini dan berkomitmen untuk kembali menggelar aksi unjuk rasa hingga seluruh pelaku pengeroyokan berhasil ditangkap, termasuk pihak yang diduga sebagai otak pelaku.
“Kami ingin penegakan hukum berjalan adil dan transparan. Selama belum tuntas, kami akan terus menyuarakan ini,” pungkasnya.



