Korannusantara.id – Jakarta, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Jakarta dengan tegas mengecam penyebaran konten hoaks berupa video maupun gambar hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) yang mengatasnamakan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto memberi ucapan selamat HUT ke-64 Kemerdekaan Papua, seolah-olah memberikan ucapan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Papua.
Pada keterangannya Dedi Siregar Ketua Umum GPA Jakarta menilai konten tersebut adalah informasi palsu yang menyesatkan, berpotensi memecah belah persatuan bangsa, serta mencederai wibawa institusi TNI sebagai alat pertahanan negara yang sah dan profesional.30/12/2025.
Pimpinan GPA Jakarta menegaskan bahwa:
Penyebaran hoaks, terlebih menggunakan teknologi AI, merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Mendesak Aparat Penegak Hukum Tangkap Pelaku Penyebaran Hoaks Konten AI Mengatasnamakan Panglima TNI
Ketua PW GPA Jakarta Dedi Siregar menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kejahatan informasi yang sangat berbahaya karena tidak hanya mencemarkan nama baik institusi TNI, tetapi juga berpotensi memicu keresahan publik serta mengganggu stabilitas nasional.
“Penyebaran konten AI palsu yang mengatasnamakan Panglima TNI adalah tindakan serius dan tidak bisa ditoleransi. Ini bukan sekadar hoaks biasa, tetapi upaya manipulasi opini publik yang dapat berdampak luas terhadap keamanan dan persatuan bangsa,” tegas dedi
GPA Jakarta mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polri dan unit siber terkait, untuk:
Segera mengusut dan menangkap pelaku penyebaran hoaks tersebut secara profesional dan transparan. Menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku, agar memberikan efek jera.
Meningkatkan pengawasan terhadap penyalahgunaan teknologi AI yang digunakan untuk kepentingan provokatif dan disinformasi.
Mengatasnamakan pejabat negara dan institusi strategis seperti Panglima TNI adalah bentuk manipulasi informasi yang berbahaya dan tidak dapat dibenarkan.
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
GPA Jakarta juga mendorong aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menindak tegas pihak-pihak yang memproduksi dan menyebarkan hoaks, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai organisasi kepemudaan Islam, GPA Jakarta berkomitmen untuk terus menjaga persatuan, keutuhan NKRI, serta stabilitas nasional, sekaligus melawan segala bentuk disinformasi yang merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.



