Korannusantara.id, Jakarta – Kader Golkar di Sumatera Utara (Sumut) terus menyuarakan kekecewaan atas pencopotan Musa Rajekshah atau Ijeck dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar Sumut, yang menugaskan Ahmad Doli Kurnia Tandjung sebagai Pelaksana Ketua (Plt) Ketua.
Kali ini datang dari Wakil Ketua Kordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Sumut sekaligus loyalis Musa Rajeck Shah (Ijeck), Riza Fakhrumi Tahir mengungkapkan, bahwa Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menunjuk Ahmad Doli untuk menggantikan Ijeck, dinilai bukan untuk kepentingan Golkar.

Menurut Riza, Bahlil Lahadalia adalah seorang penghianat. Pasalnya, beberapa waktu lalu Bahlil Lahadalia telah meminta Musa Rajekshah untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua DPD Golkar Sumut. Namun Menteri ESDM itu, tidak dapat menyampaikan ucapannya.
Bahlil, Sarmuji dan Doli, adalah pengkhianat Golkar. Saat ini, kerja politik mereka bukan untuk kepentingan Golkar. “Mereka adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam pelemahan Partai Golkar. Tidak layak mereka berada di pucuk pimpinan,” tegas Riza dalam keterangannya kepada wartawan, dikutip, Selasa (24/12/2025).
Senior Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini juga mengatakan, bahwa selama Musa Rajekshah atau Ijeck memimpin DPD Golkar Sumut keajaiban telah terjadi. Di mana, suara dan peningkatan jumlah kader duduk sebagai anggota dewan, baik itu DPRD Kabupaten/Kota, Provinsi dan DPR RI.
“Tak usah banyak cakap, Ijeck dengan Partai Golkar adalah instrumen demokrasi yang tidak terkalahkan di Pileg dan Pilgub Sumut mendatang. Maka, untuk mengalahkan Golkar, Ijeck harus diberhentikan dulu dari jabatannya sebagai ketua,” jelasnya.
Ketua Organisasi Bidang MW KAHMI Sumut ini juga menyampaikan, pelengseran Ijeck untuk menuju Musda Golkar Sumut ini akan berdampak terhadap peraihan suara pada pemilu mendatang.
Apalagi tidak hanya di Sumut, kekhawatiran juga dinilainya akan terjadi pada jumlah peraihan suara untuk menuju. Riza berharap, pelengseran Ijeck menuju Musda Golkar Sumut ini menjadi perhatian para politikus senior di DPP Golkar.
Ia turut mendesak para tokoh dan sesepuh Golkar seperti Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setya Novanto, dan Airlangga Hartarto agar turun tangan menyelamatkan partai berlambang pohon beringin itu
“Jangan menganggap sepele penjelasan Ijeck. Kasus Ijeck di Sumut bisa berimplikasi secara nasional. Kalau missi di Sumut berhasil, maka diduga ,ada skenario yang melibatkan Golkar secara nasional akan mudah,” tandasnya.
(red)



