Bogor — Pimpinan Wilayah Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PW PMMBN) DKI Jakarta menggelar sosialisasi moderasi beragama dan bela negara di Pondok Pesantren Ar Rafadi, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Minggu (21/12). Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan PMII UNUSIA dan BEM Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).
Mengusung tema “Jakarta Moderat dan Harmoni”, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, serta semangat bela negara di kalangan pemuda dan santri. Acara dimulai pukul 09.30 WIB dan diikuti oleh santri, mahasiswa, serta unsur organisasi kepemudaan.
Ketua PW PMMBN DKI Jakarta, Galih Rizkyawan, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa isu moderasi beragama dan bela negara merupakan agenda strategis yang harus terus digaungkan, khususnya di kalangan generasi muda dan lingkungan pesantren.
Menurut Galih, penguatan nilai moderasi beragama menjadi kunci dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Sementara itu, bela negara perlu dipahami secara luas sebagai bentuk tanggung jawab warga negara dalam menjaga keutuhan bangsa melalui kontribusi positif di berbagai bidang.
“Pesantren memiliki peran penting dalam menanamkan nilai keagamaan yang sejuk, toleran, dan cinta tanah air. Karena itu, kami menyambut baik sinergi PW PMMBN, PMII UNUSIA, dan BEM UNUSIA sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang moderat dan berkarakter kebangsaan,” ujar Galih.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah pemateri. Sureza selaku Founder Milenial Indonesia menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perdamaian di tengah keberagaman. Ia mengajak peserta untuk mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari serta menolak segala bentuk ekstremisme.
Sementara itu, Deny Wahyudi, Penulis Buku Indonesia Emas 2045, menyampaikan bahwa bela negara tidak hanya dimaknai dalam konteks pertahanan fisik, tetapi juga melalui kontribusi di bidang pendidikan, literasi, dan pembangunan karakter bangsa.
Menurut Deny, pesantren merupakan pilar penting dalam mencetak generasi religius yang nasionalis dan berwawasan kebangsaan, sekaligus menjadi benteng moral dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui kegiatan ini, PW PMMBN DKI Jakarta berharap nilai-nilai moderasi beragama dan bela negara dapat semakin tertanam di lingkungan pesantren dan kalangan generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia yang damai, harmonis, dan berkeadaban.



