Korannusantara.id – Jakarta, Ketua Bidang Lingkungan Hidup Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Andi Kurniawan, menegaskan bahwa isu lingkungan hidup tidak boleh lagi ditempatkan sebagai pelengkap pembangunan, melainkan harus menjadi poros utama dalam arah kebijakan nasional.
Hal tersebut disampaikan Andi Kurniawan dalam Dialog Nasional Lingkungan Hidup yang digelar PB HMI, dengan tema “Potret Arah Kebijakan Lingkungan Hidup Prabowo Gibran”. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, parlemen, akademisi, dan masyarakat sipil untuk membaca secara kritis masa depan kebijakan lingkungan Indonesia. Rabu , 17 Desember 2025
Menurut Andi, tantangan lingkungan yang dihadapi Indonesia saat ini mulai dari deforestasi, krisis iklim, kerusakan ekosistem, hingga konflik agraria, tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan simbolik atau retorika pembangunan semata.
“PB HMI memandang bahwa keberlanjutan lingkungan harus menjadi ukuran utama keberhasilan pembangunan nasional. Pertumbuhan ekonomi yang mengorbankan lingkungan hanya akan menciptakan krisis baru di masa depan,” tegas Andi.
Ia menekankan, pemerintahan mendatang harus berani melakukan koreksi serius terhadap tata kelola sumber daya alam, memperkuat penegakan hukum lingkungan, serta memastikan kebijakan pembangunan berpihak pada keberlanjutan dan keadilan ekologis.
Andi juga menegaskan komitmen PB HMI untuk terus mengambil peran kritis dan konstruktif dalam mengawal arah kebijakan lingkungan hidup nasional. Menurutnya, mahasiswa dan generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton atas kerusakan lingkungan yang terus terjadi.

“PB HMI akan terus berdiri sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mengingatkan negara agar tidak abai terhadap masa depan lingkungan dan generasi mendatang,” pungkasnya.
Dialog nasional ini menjadi bagian dari ikhtiar PB HMI untuk mendorong lahirnya kebijakan lingkungan yang tegas, berkeadilan, dan berorientasi jangka panjang demi menjaga keberlanjutan Indonesia.



