Banyuwangi — Persewangi Banyuwangi memastikan langkah ke babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur 2025/2026 setelah tampil impresif di fase grup. Klub berjuluk Laskar Blambangan itu sukses menghempaskan Mitra Surabaya, mengalahkan PSSS Situbondo, serta menundukkan Persebo Bondowoso, sekaligus keluar sebagai juara grup.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari pemilik Persewangi, Purwo Handoko. Ia menyampaikan rasa puas atas kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga manajemen.
“Saya tentu senang dengan kemenangan yang diraih oleh Persewangi Banyuwangi. Kerja keras para pemain, pelatih, dan tim manajemen sangat saya hargai,” kata Purwo Handoko di Banyuwangi, Selasa (15/12/2025).
Purwo menegaskan, Persewangi saat ini tengah dibangun bukan sekadar sebagai klub sepak bola, melainkan bagian dari ekosistem olahraga yang lebih luas. Menurutnya, ide dan rancangan pengembangan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemkab Banyuwangi dan masyarakat Bumi Blambangan, sehingga kepercayaan publik terhadap Persewangi kembali menguat.
“Dulu Persewangi hanya dipandang sebagai klub pesakitan, penuh permasalahan, bahkan dijadikan kendaraan politik. Seperti yang disampaikan Ketua KONI Banyuwangi saat bertemu saya pekan lalu, kini Persewangi menjelma menjadi klub Liga 4 yang serasa Liga 1,” ujarnya.
Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, Persewangi juga mulai dilirik klub-klub luar negeri. Purwo menyebut, beberapa klub internasional tertarik menjadikan Banyuwangi sebagai lokasi training camp saat jeda kompetisi di Eropa.
Tak hanya itu, pada 2026 Persewangi berencana menggelar turnamen sepak bola internasional dengan mengundang klub dari Kamboja, Filipina, hingga Turki untuk bertanding di Banyuwangi. Persewangi juga dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan klub-klub Liga 1 saat jeda musim 2026.
“Inilah cara Persewangi agar sepak bola tetap hidup sepanjang tahun. Bukan hanya bertanding lalu pulang dan hilang, tetapi terus bergerak lima sampai sepuluh tahun ke depan,” tutur Purwo.
Untuk mewujudkan rencana besar tersebut, Persewangi akan membangun berbagai fasilitas pendukung, mulai dari lapangan dan training camp berstandar internasional dengan fasilitas sport science, renovasi Stadion Diponegoro, hingga kerja sama pengelolaan aset dengan Pemkab Banyuwangi.
Ekosistem pendukung lainnya juga akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan cabang olahraga lain seperti panjat tebing dan panahan. Menurut Purwo, langkah ini diharapkan mampu menghidupkan bukan hanya Persewangi, tetapi juga Banyuwangi secara keseluruhan.
Terkait kelolosan ke babak 32 besar Jawa Timur, Purwo menyebut hasil tersebut sebenarnya sudah bisa diprediksi karena Persewangi dinilai sebagai salah satu klub paling siap dari sisi sarana dan prasarana dibanding para pesaingnya.
Meski demikian, ia menegaskan perjalanan Persewangi masih panjang. Target menjadi juara Liga 4 Jawa Timur belum tercapai, terlebih lawan-lawan ke depan dipastikan memiliki motivasi tinggi untuk mengalahkan juara Liga 4 Jatim 2024 tersebut.
“Kemenangan dan kekalahan itu hal biasa dalam sepak bola. Namun yang lebih penting bagi saya adalah menghidupkan aktivitas olahraga dalam sebuah ekosistem, termasuk sport tourism,” pungkas Purwo Handoko.



