Malang — SMA Taruna Nusantara Kampus Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Sekolah yang baru berdiri dua tahun ini berhasil meraih lima medali dalam ajang National Applied Science Project Olympiad (NASPO) 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Organization (IYSO) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
NASPO merupakan olimpiade tahunan yang telah digelar sejak 2020 dan diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.
Kompetisi ini mendorong peserta menghasilkan produk dan inovasi terapan yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Pada NASPO 2025, terdapat 10 kategori yang dilombakan, di antaranya pengelolaan limbah, pangan fungsional, kewirausahaan, energi, penerapan internet of things (IoT), penelitian anak berkebutuhan khusus, fisika dan teknik, ilmu biologi terapan, ilmu lingkungan terapan, serta ilmu sosial terapan.
Ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti seleksi ketat yang dinilai oleh para pakar dari perguruan tinggi dan praktisi profesional.
Dalam seremoni penghargaan NASPO & Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025 yang digelar secara daring pada Jumat (12/12/2025), SMA Taruna Nusantara Kampus Malang sukses mengantongi total lima medali, terdiri dari dua medali emas dan tiga medali perak dari berbagai kategori.
Presiden IYSA, Deni Irawan, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi sudah merupakan sebuah pencapaian karena di dalamnya terdapat proses kreativitas dan inovasi.
Sementara itu, Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. dari FMIPA UGM menegaskan bahwa NASPO bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan awal eksplorasi yang lebih luas untuk menghasilkan produk yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dua medali emas diraih SMA Taruna Nusantara Kampus Malang pada kategori ilmu sosial terapan melalui karya berjudul “Peer Bridge: Program Tutor Sebaya untuk Peningkatan Solidaritas Sosial Siswa di Lingkungan Sekolah” serta kategori ilmu biologi terapan dengan penelitian “Pengolahan Lidah Buaya (Aloe Vera) untuk Mengurangi Peradangan pada Sendi (Asam Urat) Berbentuk Spray”.
Karya-karya tersebut dinilai unggul karena menggabungkan aspek inovasi, kebermanfaatan, dan penerapan langsung.
Sementara itu, tiga medali perak diperoleh dari kategori ilmu lingkungan terapan dengan judul “Oceanmind Brick: Inovasi Material Ramah Lingkungan Berbasis Daur Ulang untuk Meningkatkan Ketahanan Pesisir di Tengah Perubahan Iklim”, kategori pengelolaan limbah melalui penelitian “Nanasol: Development of Eco-Friendly Skincare Lotion from Organic Banana Peel Waste”, serta kategori pangan fungsional dengan karya “Ginger Honey Boost (Functional Powder Drink of Red Ginger and Natural Honey)”.
Prestasi ini tidak terlepas dari sistem pembelajaran yang diterapkan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di bawah naungan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) dan Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP).
Meski berusia relatif muda, sekolah berasrama yang berlokasi di selatan Kota Malang ini menerapkan orientasi proses dan target prestasi secara seimbang.
Pembimbing olimpiade, Muhammad Asyam, M.Pd., Gr., bahkan mewajibkan setiap peserta membaca minimal 30 jurnal ilmiah untuk setiap judul penelitian.
Sekolah yang dibangun oleh Presiden Prabowo Subianto saat menjabat Menteri Pertahanan ini diharapkan mampu mencetak calon pemimpin masa depan yang inovatif, kreatif, memiliki solidaritas tinggi, serta dedikasi untuk kemajuan bangsa.
Saat ini, SMA Taruna Nusantara Kampus Malang dipimpin oleh Mayjen TNI M. Mahbub Juanedi, S.Sos., M.I.P., M.Han.
Ke depan, capaian di NASPO 2025 ini akan dilanjutkan dengan keikutsertaan pada ajang Jakarta International Science Fair (JISF) 2026.
Salah satu peserta, Shabaha Oceany Tantrawati, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kompetisi ini.
Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat kekompakan dan jejaring pertemanan antarsiswa.



