• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Aktivis Paramadina Desak Presiden Copot Menteri Bahlil dan Dua Menteri “Kerusakan Ekologis Jadi Biang Banjir dan Longsor di Sumatera”

Redaksi by Redaksi
11 Desember 2025
in Nasional, Opini
0
Aktivis Paramadina Desak Presiden Copot Menteri Bahlil dan Dua Menteri “Kerusakan Ekologis Jadi Biang Banjir dan Longsor di Sumatera”

Ket Foto : Banjir dan Longsor Sumatera " Ruslan Padli, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Politik Universitas Paramadina sekaligus aktivis lingkungan hidup mendesak presiden prabowo subianto copot menteri bahlil dan dua menteri yang tak bisa kerja

0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Jakarta, Ruslan Padli, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Politik Universitas Paramadina sekaligus aktivis lingkungan hidup, mengeluarkan pernyataan keras yang mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengevaluasi dan mencopot menteri-menteri yang dinilai bertanggung jawab atas bencana banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera. Kamis, 11 Desember 2025

 

Banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat serius. Laporan terakhir mencatat lebih dari 969 warga meninggal dunia, 252 hilang, serta ribuan lainnya terpaksa mengungsi. Rusaknya ribuan rumah, jembatan, dan fasilitas umum memperburuk kondisi darurat yang terjadi di wilayah tersebut.

 

Menurut Padli, bencana besar ini bukanlah “takdir alam”, tetapi merupakan akumulasi kelalaian sistemik di level kementerian yang bertanggung jawab mengatur perizinan, pengawasan, dan perlindungan kawasan hutan.

 

“Kalau bicara tanggung jawab, itu ada di Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup. Mereka memegang kewenangan pengendalian hutan dan izin-izin yang menentukan wajah ekologis daerah hulu. Jika pengawasan gagal, pejabat tertinggi harus dievaluasi, dan bila perlu dicopot,” tegas Padli.

 

 

Kerusakan Ekologis Jadi Akar Bencana

 

Padli menjelaskan bahwa banjir bandang yang membawa kayu gelondongan, lumpur, dan sedimen tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekologis yang kian menurun. Pembukaan lahan di daerah hulu, ekspansi pemukiman ke dataran tinggi, aktivitas tambang, serta perubahan fungsi hutan menyebabkan tutupan vegetasi menyusut drastis.

 

“Ketika hutan hilang, tanah kehilangan kemampuan menahan air. Saat hujan deras turun, air langsung mengalir deras ke hilir dan berubah menjadi bencana. Ini bukan fenomena tunggal, ini bencana ekologis yang dibuat oleh manusia,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa menyalahkan kepala daerah, misalnya polemik pemberhentian Bupati Aceh Selatan yang sedang umrah saat bencana—tidak akan menyentuh akar masalah.

 

“Yang harus diusut itu aktor struktural di pusat, bukan menciptakan drama politik personal di daerah. Kita butuh transparansi untuk melihat siapa yang membiarkan hutan habis dan siapa yang lalai mengawasi izin-izin kritis itu,” katanya.

 

 

Sorotan untuk Menteri ESDM: Laporan Tidak Akurat ke Presiden

 

Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Aceh pada 7–8 Desember 2025, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan laporan bahwa listrik di Aceh akan menyala 97 persen pada malam hari.

 

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak wilayah masih gelap gulita.

 

Keesokan harinya, Anggota DPR RI Khalid membantah pernyataan tersebut. Ia menyebut menerima laporan bahwa pada saat kunjungan Presiden, hanya sekitar 60 persen listrik yang menyala di 18 kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor.

 

Padli menilai bahwa ketidakakuratan informasi seperti itu adalah tindakan yang membahayakan.

 

“Laporan palsu atau tidak akurat bukan hanya menyesatkan Presiden, tetapi juga memperlambat penanganan bencana. Masyarakat Aceh butuh kepastian dan tindakan nyata, bukan angka yang dibesar-besarkan,” tegas Padli.

 

Tuntutan kepada Presiden

Padli menyampaikan tiga tuntutan utama yang harus segera direspons pemerintah pusat:

 

1. Evaluasi menyeluruh dan pencopotan Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup yang dinilai bertanggung jawab atas kerusakan ekologis dan lemahnya pengawasan kawasan hulu.

2. Audit total terhadap seluruh izin kehutanan, tambang, dan alih fungsi lahan di wilayah Sumut, Aceh, dan Sumbar.

3. Investigasi mendalam terhadap praktik pembalakan, rantai perizinan, serta potensi kelalaian struktural di kementerian terkait.

 

Padli menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah prioritas tertinggi negara. “Negara tidak boleh hanya memadamkan bencana, tetapi harus menghentikan penyebabnya. Selama kerusakan lingkungan dibiarkan, tragedi akan terus berulang,” tutupnya.

337
Tags: Aktivis Desak presidenBahlil LahadaliaBanjir dan Longsor SumateraCopot Mentri BahlilMenteri LingkunganRaja Juli
Previous Post

Mobil MBG Tabrak Siswa SD di Cilincing, Belasan Murid Alami Luka-Luka

Next Post

Sekjen PKN Sri Mulyono Didampingi PKN Sumut dan Tapsel, Salurkan Bantuan Dampak Bencana di Batangtoru

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Sekjen PKN Sri Mulyono Didampingi PKN Sumut dan Tapsel, Salurkan Bantuan Dampak Bencana di Batangtoru

Sekjen PKN Sri Mulyono Didampingi PKN Sumut dan Tapsel, Salurkan Bantuan Dampak Bencana di Batangtoru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.