Korannusantara.id – Jakarta, PB HMI melalui bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Rizki Alif Maulana, menanggapi pernyataan Cak Imin yang menyebut 3 menteri kabinet merah putih harus taubatan nasuha atas insiden bencana alam yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, pernyataan tersebut membuat gaduh serta tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang mengedepankan solusi.
“Pernyataan Cak Imin seolah menempatkan dirinya sebagai sosok paling benar dan paling berkuasa dalam menangani persoalan kebencanaan. Padahal, masalah bencana alam adalah isu kompleks yang membutuhkan kolaborasi, bukan saling menyalahkan,” tegas Rizki.
Ia menambahkan bahwa cak imin sebagai menko pemberdayaan masyarakat mestinya ikut bertanggung jawab dan fokus pada pemulihan bagi masyarakat yang terdampak, bukan justru mencari panggung dengan retorika seakan-akan menjadi pahlawan paling benar saat ini.
“Yang dibutuhkan hari ini adalah pemenuhan logistik dan obat-obatan di wilayah terdampak, pemulihan akses listrik dan internet, serta pasokan bbm yang cukup. Bukan memanfaatkan tragedi untuk keuntungan politik dirinya,” lanjutnya.
Rizki menegaskan bahwa PB HMI selalu mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan bencana, memperbaiki tata ruang, memperketat pengawasan lingkungan, dan memastikan energi serta sumber daya alam dikelola baik dengan prinsip berkelanjutan. PB HMI juga mendorong evaluasi menyeluruh atas bencana ini dan menekankan keberanian bersama untuk memperbaiki sistem.
“Bencana ini menjadi pengingat untuk memperkuat solidaritas dan mendorong langkah-langkah kongkret dalam mitigasi bencana, penanganan bencana dan pemulihan pasca bencana . Kritik itu sah, tetapi harus dibangun di atas data, etika, dan semangat solusi,” tutup Rizki.



