Korannusantara.id, Jakarta — Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terus menjadi ruh pergerakan kader dalam menjalankan misi perubahan sosial di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Iswandi Tahwa dalam sebuah opini yang menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai dasar HMI untuk membentuk kader yang berkualitas, visioner, dan berkarakter kepemimpinan kuat.
Menurut Iswandi, HMI sebagai organisasi perkaderan memiliki fokus pada pembentukan kualitas pribadi setiap kader agar mampu menjadi pemimpin (leader) sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan (leadership). Dalam terminologi Islam, kepemimpinan dikenal sebagai khalifah—sebuah konsep yang mencakup ranah publik maupun privat. Pada ranah publik, khalifah berarti institusi politik yang mengatur kehidupan bersama, sementara pada ranah privat setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.
Ia menjelaskan bahwa sejarah Islam mencatat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai model kepemimpinan paling sempurna, dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, lalu berkembang menjadi kepemimpinan dinasti yang beralih pada sistem monarki teologis. Meski demikian, esensi khalifah tetap menekankan potensi manusia sebagai pengelola bumi dengan bekal ilmu dan kebebasan memilih.
“Manusia sebagai pemimpin adalah mereka yang memaksimalkan potensi rasional, empiris, dan intuisi. Kebebasan memilih memungkinkan manusia melakukan kesalahan agar terus belajar dan menjadi lebih baik,” terang Iswandi.
Ia menegaskan bahwa dasar utama manusia untuk memimpin adalah tauhid, sebab tauhid memerdekakan manusia dari segala bentuk belenggu. Konsekuensinya, manusia diarahkan untuk bergerak menuju kebaikan dan memberi manfaat bagi diri sendiri serta lingkungan sekitarnya.
Dalam konteks HMI, nilai-nilai tersebut berkelindan dengan cita-cita organisasi untuk melahirkan insan kamil—manusia paripurna sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Meski manusia biasa tidak mungkin mencapai kesempurnaan yang sama, kata Iswandi, setiap kader wajib berusaha mendekatkan diri pada akhlak dan nilai perjuangan Rasulullah melalui transformasi sosial yang berkeadilan, setara, dan inklusif.
“Memimpin berarti memaksimalkan potensi yang diberikan Tuhan untuk melaksanakan transformasi sosial. Manusia bisa saja keliru, namun dengan nalar ia akan tumbuh lebih bermakna,” tulisnya.
Iswandi menekankan bahwa spirit NDP HMI harus selalu menjadi kompas moral dan intelektual bagi setiap kader dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan itu, kader HMI diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang konsisten mengawal nilai keadilan dan kemajuan masyarakat.



