Korannusantara.id – Aceh Tengah, Bencana alam banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh pada 26–27 November 2025 menyebabkan kerusakan parah di Kabupaten Aceh Tengah. Hingga kini, sebagian besar wilayah terdampak dilaporkan belum tersentuh bantuan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Ketua DPD II KNPI Aceh Tengah, Feriyanto, S.P, Menyampaikan bahwa sekitar 75% wilayah Aceh Tengah mengalami kerusakan, dengan 21 warga meninggal dunia, dan jumlah korban diperkirakan terus bertambah. Kondisi semakin kritis karena 7 dari 14 kecamatan tidak dapat diakses melalui jalur darat, membuat pendistribusian bantuan menjadi terkendala.
“Aceh Tengah saat ini terisolasi dari seluruh kabupaten sekitar. Ketersediaan logistik telah habis, puluhan ribu warga terancam kelaparan, BBM kosong, air bersih tidak tersedia, listrik dan jaringan internet terputus. Kapasitas daerah sangat terbatas,” ujar Feriyanto dalam keterangan resminya. Minggu, 30 September 2025.
Melihat kondisi darurat tersebut, KNPI Aceh Tengah meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera mengambil langkah cepat guna menyelamatkan ribuan warga yang terjebak di wilayah terdampak.
Adapun permintaan yang diajukan antara lain:
1. Pengiriman logistik darurat secepatnya.
2. Pengoperasian helikopter minimal beberapa hari untuk distribusi bantuan.
3. Bantuan BBM untuk mendukung mobilisasi distribusi logistik.
4. Pengiriman mobil tangki air bersih untuk masyarakat dan RSUD.
5. Penyediaan perahu boat sebagai sarana distribusi ke wilayah terisolasi.
6. Bantuan obat-obatan untuk posko kesehatan.
7. Pengiriman relawan kemanusiaan untuk membantu penanganan bencana.
8. Pasokan LPG untuk kebutuhan warga, posko bencana, dan rumah sakit.
Selain pemerintah pusat, KNPI juga mengajak masyarakat Indonesia untuk turut membantu melalui bantuan logistik, terutama kebutuhan pokok yang sangat mendesak bagi pengungsi. Bisa menghubungi kontak person 081362136586 untuk penyaluran dan kebutuhan para korban di aceh tengah.
“Pemerintah daerah tidak memiliki kemampuan maksimal menghadapi bencana ini. Bantuan dari masyarakat sangat kami harapkan untuk meringankan penderitaan warga Aceh Tengah,” tambah Feriyanto.



