Korannusantara.id – Sumatera Utara, Badan Koordinasi (Badko) menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah banjir yang terus meluas di berbagai wilayah Sumatera Utara. Kondisi ini telah mengganggu aktivitas masyarakat, merusak infrastruktur, serta memaksa banyak warga mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.
Dalam situasi darurat seperti ini, Badko menilai pemerintah pusat belum menunjukkan langkah cepat dan terukur dalam memberikan bantuan maupun dukungan penanganan bencana. Minimnya kehadiran nyata negara membuat masyarakat di sejumlah daerah terdampak harus bertahan dengan sumber daya yang sangat terbatas.
Ketua Badko yusril mahendra menyatakan bahwa penanganan bencana tidak boleh terhambat oleh koordinasi yang lamban. “Masyarakat membutuhkan bantuan segera, mulai dari evakuasi, kebutuhan dasar, hingga dukungan logistik. Pemerintah pusat seharusnya bergerak lebih cepat dan responsif terhadap kondisi darurat yang terjadi di Sumut,” tegasnya.
Badko menekankan bahwa pemerintah pusat memiliki tanggung jawab penuh dalam menjamin keselamatan warga negara, terutama dalam kondisi bencana yang memerlukan intervensi cepat. Koordinasi antara pusat dan daerah harus diperkuat, bukan justru menambah beban bagi daerah yang sudah kewalahan menghadapi dampak banjir.
Untuk itu, Badko mendesak pemerintah pusat untuk:
• Segera mengerahkan bantuan darurat berupa logistik, peralatan evakuasi, dan dukungan tenaga. Yang dimana bisa kita seluru wilayah sumatera utara terkena dampak bencana alam
• Memastikan percepatan koordinasi dengan pemerintah daerah agar proses penanganan lebih efektif.
• Melakukan langkah jangka panjang berupa perbaikan infrastruktur, penguatan mitigasi bencana, serta antisipasi cuaca ekstrem di wilayah rawan.
Badko akan terus mengawal dan menyuarakan aspirasi masyarakat hingga pemerintah pusat benar-benar hadir dan memberikan solusi nyata bagi para korban banjir di Sumatera Utara.



