Jakarta — Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) memperingati Milad ke-97 dengan mengusung tema nasional “Berdaya Digital, Berjiwa Tauhid, Bergerak Membangun Peradaban”, 25/11/2025.
Momentum ini menjadi penguatan kembali peran organisasi kepemudaan Islam tertua di Indonesia dalam membangun karakter pemuda serta menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Dr. H. Usep Nukliri, dalam pernyataannya menyoroti berbagai tantangan berat yang dihadapi pemuda Indonesia saat ini.
Ia menyebut derasnya arus informasi tanpa filter, merosotnya keteladanan, rendahnya literasi digital, serta tekanan ekonomi sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
“Pemuda hari ini berada dalam pusaran tantangan yang sangat besar. Jika tidak dibimbing dan diperkuat, mereka berpotensi kehilangan arah, identitas, dan nilai perjuangan. Dalam situasi seperti ini, Pemuda Muslimin Indonesia harus hadir sebagai pelindung, pembimbing, dan penggerak bagi pemuda,” tegas Dr. Usep.
Ia juga menjelaskan bahwa penguatan pemuda tidak hanya harus dilakukan pada aspek moral dan spiritual, tetapi juga pada kecakapan digital.
Menurutnya, penguasaan teknologi telah menjadi bagian penting dalam perjuangan generasi saat ini.
“Berdaya Digital berarti pemuda harus mampu menguasai teknologi, memproduksi konten dakwah, pendidikan, dan advokasi. Berjiwa Tauhid memastikan bahwa semua gerak pemuda tetap berada dalam koridor nilai keislaman.
Sementara Bergerak Membangun Peradaban adalah komitmen menghadirkan solusi nyata bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal PB Pemuda Muslimin Indonesia, Hadi Prestasi, S.T., M.Si., menambahkan bahwa menjelang usia satu abad, organisasi membutuhkan kader yang kuat, cerdas, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan karya nyata.
Ia menegaskan bahwa Pemuda Muslim harus menempati posisi sebagai motor perubahan di ruang publik.
“Pemuda Muslim tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelopor dalam penguatan ekonomi umat, peningkatan literasi digital, advokasi sosial, dan gerakan kebangsaan. Peradaban besar dibangun oleh pemuda yang kuat akhlaknya dan tinggi kapasitasnya,” katanya.
Dalam rangkaian Milad ke-97, PB Pemuda Muslim menyelenggarakan sejumlah kegiatan nasional dan daerah, mulai dari seminar kebangsaan, pelatihan literasi digital, launching program pemberdayaan pemuda, dialog publik bersama tokoh nasional, hingga aksi sosial di berbagai provinsi.
Seluruh rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari roadmap menuju 1 Abad Pemuda Muslimin Indonesia (1928–2028).
Peringatan Milad ke-97 juga menjadi wadah konsolidasi internal, mempertegas arah perjuangan organisasi, serta memperluas kolaborasi antar pemuda lintas daerah dan sektor.
Menutup pernyataannya, Dr. Usep menyerukan semangat kebangkitan pemuda Muslim.
“Dari digital kita bergerak, dengan tauhid kita berdiri, dan untuk peradaban kita berkarya. Mari jadikan Milad ke-97 ini sebagai tonggak kebangkitan pemuda Muslim yang siap memimpin masa depan bangsa,” ujarnya.
Pemuda Muslimin Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan warisan perjuangan, membangun generasi berkarakter, serta menghadirkan manfaat bagi umat dan Indonesia. (Red)



