Korannusantara.id, Jakarta – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali menyatakan pihaknya tidak pernah mengajak Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi untuk bergabung ke partai berlogo gajah tersebut.
Ali menyampaikan hal itu setelah mencuatnya kemungkinan Budi Arie akan gabung ke partai politik, yakni Partai Gerindra atau ke PSI.
“Kalau PSI, kan, tidak perlu menawarkan kepada Budi Arie. Saya tegas katakan, kami tidak pernah menawari Budi Arie untuk masuk di PSI,” kata Ahmad Ali saat diwawancarai awak media, dikutip pada Sabtu (15/11/2025).
Ali juga tidak sepakat terhadap adanya kabar kalau nama Budi Arie kerap dikaitkan akan menjadi bagian dari PSI karena memiliki kedekatan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Menurutnya, Budi Arie hanyalah sosok pimpinan sukarelawan yang mendukung langkah politik Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019.
“Enggak, enggak ada namanya. Dia (Budi Arie) adalah sukarelawan Pak Jokowi,” kata Ali.
Namun, dia menjelaskan saat ini Budi Arie telah menegaskan kalau sukarelawan yang dipimpinnya, yakni Projo, tidak ada lagi keterkaitan dengan Jokowi.
“Namun, di kemudian hari dia mengubah namanya, bukan lagi pro Jokowi, dia berarti bukan sukarelawan Pak Jokowi lagi,” kata dia.
Sementara itu, Ali enggan merespons saat disinggung adanya gelombang penolakan terhadap Budi Arie dari kader Gerindra.
“No comment. Namun, PSI tidak pernah tawari Budi Arie untuk masuk. Itu penting untuk dicatat,” ujarnya.
(red)



