Korannusantara.id – labuhanbatu, Merajalelanya Narkoba, judi dan prostitusi di Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara, rupanya membuat generasi penerus bangsa “naik darah”.
Kapolda Sumut diultimatum untuk segera mengevaluasi dan mencopot Kapolres Labuhanbatu yang dinilai gagal menciptakan Kamtibmas dengan merajalelanya Narkoba, judi dan prostitusi di “Bumi Ika Bina En Pabolo” Kabupaten Labuhanbatu.
Pengurus HMI Cabang Labuhanbatu Raya, ARIANTO, dalam pernyataan resminya mengatakan, kondisi Kamtibmas di Kabupaten Labuhanbatu saat ini berada di titik nadir, dan kepercayaan masyarakat terhadap Polres Labuhanbatu terus menurun akibat lambannya tindakan dan lemahnya pengawasan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat.
“Kami tidak melihat keseriusan Kapolres Labuhanbatu dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Jika aparat tutup mata terhadap kejahatan yang jelas-jelas merusak generasi, lalu untuk apa kehadiran kepolisian di daerah ini,” tandas Arianto
“Apakah Kapolres tidak mengetahui bahwa anak-anak muda kita terjebak dalam lingkaran narkoba? Ataukah beliau sengaja membiarkan ini terus berjalan? Jangan-jangan ini bukan lagi soal ketidaktahuan, tetapi soal pembiaran sistemik,” tegasnya.
HMI menilai bahwa pembiaran terhadap praktik prostitusi di tempat-tempat hiburan malam di Kabupaten Labuhanbatu telah mencoreng nilai-nilai adat dan moral masyarakat Labuhanbatu.
“Kami sangat kecewa. Seolah-olah aparat hukum saat ini hanya hadir saat ada acara seremonial, tapi absen total saat masyarakat berteriak minta perlindungan,” tegasnya.
“Jangan sampai institusi Polri kehilangan kehormatannya hanya karena satu atau dua pejabat yang tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Kami tidak ingin aparat penegak hukum menjadi penonton di tengah masyarakat yang berteriak minta perlindungan,” seru Arianto
Sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki komitmen terhadap keadilan sosial, HMI menegaskan akan terus bersuara untuk kepentingan rakyat. Mereka menolak untuk berdiam diri ketika aparat penegak hukum justru gagal melindungi masyarakat dari kerusakan moral dan sosial.
“Kami berdiri bukan untuk melawan institusi tapi untuk menyelamatkan masa depan masyarakat Labuhanbatu dari kehancuran. Jika Kapolres Labuhanbatu merasa tidak mampu, maka mundurlah secara terhormat,” pungkasnya
“Kami tidak akan diam. Suara rakyat adalah suara kebenaran. Dan kami, HMI, akan menjadi penyambung suara itu sampai keadilan benar-benar ditegakkan di tanah Kabupaten Labuhanbatu” tandasnya.



