Korannusantara.id – Pare, Rangkaian kegiatan Healthy Fest yang digelar oleh PC Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kediri Raya mencapai puncaknya pada Minggu malam, 9 November 2025, di Masjid At Taqwa Pare. Malam puncak tersebut diisi dengan Kajian Sosial Kebangsaan dan kick-off Program Santunan Akbar 1000 Anak Yatim, serta dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional dan daerah. Kamis, 13/11/2025.
Acara ini menegaskan komitmen kolaborasi lintas elemen yang digagas oleh SEMMI Kediri Raya. Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang menjadi bukti kuatnya dukungan terhadap gerakan restorasi sosial di Kediri Raya.
Achmad Doni, Bendahara Umum PB SEMMI, Kompol Heri Kurniawan, S.H., M.H., Wakapolres Kediri, KH. Riza Sahlan Siroj, Ketua FKMT Kediri Pokja Kemenag, Ustadz Rifky Jaf’ar Talib, Pembina Sayap Dakwah Organizer (SDO), Mayor (Purn) M. Walifatma, Ketua Yayasan Miftahul Ulum Cokroaminoto, Kyai Efendi, Ketua Takmir Masjid At Taqwa.
Kajian Sosial Kebangsaan mengangkat tema “Islam Wasatiyah Mengintegrasikan Ibadah Mahdoh dan Ghoiru Mahdoh.”
Kajian ini menghadirkan tokoh muda dari dua ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, yang berdiskusi mengenai pentingnya keseimbangan dalam beragama di mana ibadah ritual harus diiringi dengan ibadah sosial, sesuai semangat Healthy Fest.
Kehadiran KH. Riza Sahlan Siroj dan Ustadz Rifky Jaf’ar Talib menjadi simbol kolaborasi lintas pemikiran.
Ketua PC SEMMI Kediri Raya, Adham Hakam Amrulloh, mengungkapkan rasa bahagianya : “Melihat beliau berdua duduk bersama, bertukar pikiran, ini adalah keindahan kebersamaan yang sesungguhnya. Inilah teladan yang harus diikuti oleh generasi muda,” ujar Adham.
Dalam sambutannya, Adham Hakam menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan perubahan sosial:
“Restorasi dan kebersamaan tidak bisa diperjuangkan sendiri, melainkan harus bersama-sama. Kolaborasi lintas elemen dari ulama, aparat, mahasiswa hingga pengusaha adalah kunci utama untuk mewujudkan Kediri Raya yang guyub dan rukun,” tegasnya.
Sementara itu, Achmad Doni, Bendahara Umum PB SEMMI, mengapresiasi semangat tersebut:
“Apa yang dilakukan SEMMI Kediri Raya ini adalah contoh nyata bagaimana gerakan mahasiswa Islam harus berkolaborasi dengan semua elemen, untuk mewujudkan kesejahteraan umat.”
Momen paling mengharukan malam itu adalah santunan anak yatim yang menandai dimulainya Program Santunan 1000 Anak Yatim se-Kediri Raya.
Program ini menjadi bentuk kepedulian sosial SEMMI Kediri Raya terhadap kaum dhuafa dan yatim piatu, sekaligus memperingati 113 tahun gerakan Syarikat Islam.
Acara ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak. SEMMI Kediri Raya menyampaikan terima kasih kepada: Hj. Endang Mukhayat, atas dukungan moril dan materil, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., dan Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., atas dukungan keamanan dan sinergi kelembagaan.
Apresiasi juga diberikan kepada para sponsor utama: LAZIS 4 Mei, Donat Tara, Republik Lele, dan Barokah Farm Kediri.
Dukungan lintas sektor ini menjadi bukti bahwa kolaborasi adalah kunci restorasi sosial di Kediri Raya.



