Korannusantara.id, Jakarta Timur — Menyambut datangnya musim penghujan, Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya menunjukkan kesiapan penuh dengan mengikuti Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana bertajuk “Jaga Jakarta”, yang digelar di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, pada Minggu (9/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Komandan Batalyon B Pelopor AKP Catur Budianto, serta melibatkan unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI. Apel tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antarlembaga dalam menghadapi ancaman banjir yang berpotensi meningkat selama periode November 2025 hingga awal tahun 2026.
Menurut AKP Catur, keterlibatan Brimob dalam kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kesiapan nyata aparat di lapangan.
“Kami tidak ingin hanya reaktif saat bencana terjadi, tetapi bersikap proaktif dalam mitigasi dan penanganannya. Personel Brimob sudah kami siagakan dengan peralatan lengkap untuk mendukung upaya penyelamatan,” ujarnya.
Pemprov DKI sendiri telah melakukan langkah preventif dengan operasi modifikasi cuaca yang menebarkan 1,6 ton garam di udara guna menekan potensi hujan ekstrem. Upaya ini menjadi bagian dari strategi komprehensif menjaga keamanan dan keselamatan warga ibu kota.
Apel “Jaga Jakarta” juga merefleksikan semangat empat pilar yang diusung Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., yakni Jaga Lingkungan, Jaga Warga, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah. Melalui program ini, Polri ingin memastikan bahwa setiap elemen keamanan dan keselamatan warga berjalan terpadu serta cepat tanggap.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi menjadi panggilan tugas bagi seluruh jajaran Brimob.
“Kami menempatkan personel di titik rawan banjir dan menyiapkan unit SAR lengkap dengan perahu karet, mesin boat, pelampung, helm SAR, hingga chainsaw untuk penanganan cepat di lapangan. Prinsip kami sederhana: satu detik bisa menyelamatkan satu nyawa,” tegasnya.
Dengan dukungan peralatan modern dan personel terlatih, Brimob Polda Metro Jaya bertekad menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan menghadapi cuaca ekstrem.
Kegiatan “Jaga Jakarta” ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar slogan, tetapi wujud pengabdian Polri untuk masyarakat.



