Korannusantara.id – New York, 5 November 2025, Sejarah baru tercipta di Amerika Serikat. Zohran Kwame Mamdani, politisi progresif Partai Demokrat berusia 34 tahun, resmi terpilih sebagai Wali Kota Muslim pertama sekaligus termuda dalam sejarah Kota New York. Kemenangannya bukan sekadar simbol keberagaman, tetapi juga mencerminkan pergeseran arah politik di jantung liberal Amerika.
Dalam pemilihan yang berlangsung ketat, Mamdani berhasil mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo, yang maju sebagai kandidat independen setelah berupaya mengembalikan reputasinya pasca skandal dugaan pelecehan seksual. Meski Cuomo sempat unggul di awal kampanye, dukungan publik beralih kepada Mamdani yang membawa visi perubahan, keadilan sosial, dan kesetaraan ekonomi.
Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menyampaikan pesan penuh harapan dan solidaritas kepada warga New York.
Kemenangan ini milik mereka yang percaya New York bisa lebih adil, lebih setara, dan lebih manusiawi, ujar Mamdani dalam pidatonya, dikutip dari The Associated Press, Rabu (5/11/2025).
Sebelum terpilih sebagai wali kota, Mamdani menjabat sebagai anggota New York State Assembly sejak 2021, mewakili District 36 di wilayah Queens. Ia dikenal sebagai politisi progresif yang memperjuangkan isu perumahan terjangkau, hak-hak pekerja, serta kebijakan lingkungan berkeadilan. Dalam karier politiknya, Mamdani juga mendapat dukungan dari tokoh-tokoh progresif Partai Demokrat seperti Alexandria Ocasio-Cortez, yang dikenal sebagai ikon politik generasi muda Amerika.
Lahir di Kampala, Uganda, pada tahun 1991, Mamdani merupakan putra dari pasangan Mahmood Mamdani, ilmuwan politik kelahiran India yang besar di Uganda, dan Mira Nair, sutradara film terkenal asal India. Ia kemudian dibesarkan di New York, tempat ia menempuh pendidikan dan meniti karier politiknya.
Dengan usia muda dan latar belakang multikultural, Mamdani dianggap sebagai simbol perubahan generasi dalam politik Amerika. Energi dan idealismenya diyakini akan membawa arah baru bagi New York — dari kota yang dikenal glamor dan berorientasi bisnis, menjadi kota yang lebih berpihak pada keadilan sosial, kesetaraan, dan solidaritas antarwarga.



