Korannusantara.id, Jakarta – Langkah Presiden RI, Prabowo Subianto yang berencana membangun jaringan kereta api di luar Pulau Jawa mendapat apresiasi dari masyarakat, sejumlah kalangan termasuk pengamat kebijakan publik. Rencana itu dinilai sangat penting untuk memperkuat sistem angkutan logistik, distribusi hasil sumber daya alam, serta angkutan massal penumpang.
Pengamat kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung menilai, pembangunan jaringan kereta api sebenarnya sudah dimulai sejak masa pemerintahan kolonial Belanda. Saat itu, pengembangannya difokuskan di empat pulau besar, yakni Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
“Sebagai bagian dari masyarakat sipil (civil society), Kami memberikan apresiasi dan mendukung penuh langkah strategis Bapak Presiden Prabowo di tengah percepatan pembangunan infrastruktur transportasi nasional, pemerintah dinilai komitmen menghadirkan terobosan baru yang menyentuh langsung kehidupan rakyat kecil yang membuat kereta khusus untuk petani dan pedagang,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Kamis (6/11/2025)
Menurutnya, Langkah Presiden tersebut, tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai jalur kehidupan baru yang menghubungkan hasil bumi dari desa ke pasar dengan lebih cepat, murah, dan efisien.
“Program ini dinilai lahir dari semangat dan cita-cita mulia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan keadilan ekonomi dari bawah,” katanya.
Jalur logistik rakyat ini dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok nasional serta menekan disparitas harga antara desa dan kota. “Dengan memanfaatkan jaringan rel yang sudah ada, kereta khusus petani dan pedagang menjadi solusi transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” sambung Nasky.
Selain itu, Alumnus indef school of political economy Jakarta menilai, program kereta untuk petani dan pedagan juga dapat memperkuat layanan di kawasan perkotaan, guna menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
“Inisiatif ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk membangun sistem logistik nasional yang efisien dan berkeadilan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas publik yang aman, terjangkau, dan tepat guna,” jelasnya.
Oleh karena itu, Nanti Kereta khusus petani dan pedagang ini sebagai jalur vital yang menghubungkan sentra pertanian dengan kawasan perdagangan utama. “Kehadirannya diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil di berbagai daerah,” tegasnya.
“Lebih dari sekadar model transportasi, inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan infrastruktur harus berpihak pada rakyat terutama mereka yang menjadi tulang punggung perekonomian bangsa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengecek langsung kereta khusus untuk petani dan pedagang yang berhenti di Stasiun Manggarai Jakarta, Selasa (4/11/2025). Prabowo mengatakan nantinya ongkos kereta untuk pedagang dan petani akan disubsidi 60 persen oleh pemerintah.
“Tadi saya sudah katakan, ogkos disubsidi pemerintah 60 persen, semuanya. Kalau untuk petani dan pedagang, dianya tetap disubsidi 60 persen,” kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
Kereta khusus petani dan pedagang ini akan melayani lintasan menuju daerah-daerah seperti Rangkasbitung, Serang, dan Merak – jalur vital yang menghubungkan sentra pertanian dengan kawasan perdagangan utama.
“Kehadirannya diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil di berbagai daerah,” ujar Prabowo.
(red)



