Jakarta – King of Nusantara Sultan Paser XVIII, Dr. Sultan AMH Andrian Sulaiman, S.T., MBA, menghadiri bincang santai di Starbucks Coffee Setiabudi One, Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025).
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Asta Cita Pemerintah, khususnya di bidang Ketahanan Pangan (Food Security).
Sultan Andrian menjelaskan bahwa penguatan ketahanan pangan dan jaringan usaha antar daerah merupakan langkah strategis untuk membangun ekonomi nasional yang tangguh. Ia telah mempelopori sejumlah usaha pendukung di berbagai sektor, di antaranya trading & investment, mineral & energi, serta pangan — meliputi perikanan, pertanian, dan peternakan.
“Tujuan dari pendirian perusahaan-perusahaan tersebut adalah memperkuat daya saing ekonomi lokal serta mengoptimalkan potensi wilayah. Kami ingin menciptakan ekosistem usaha yang lebih terkoneksi, efisien, dan inklusif,” ujar Sultan Andrian dalam keterangan tertulis, Jumat (24/10/2025).
Menurutnya, upaya ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan ekonomi nasional melalui berbagai perusahaan yang didirikannya, yaitu:
• Royal Nusantara Investment, Pte. Ltd (Trading & Investment)
• PT Raja Berkah Anugerah (Mineral & Energi)
• PT Royal Nusantara Raya Group (Holding Company)
• PT Sinar Pangan Nusantara Sukses (Bidang Pangan)
“Kami berharap langkah ini dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam percepatan pembangunan ekonomi nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan jaringan usaha antar daerah diharapkan mampu meningkatkan aliran barang dan jasa, memperluas pasar UMKM, serta mendorong inovasi dan efisiensi teknologi.
Dalam rangka memperkuat konektivitas ekonomi tersebut, Sultan Andrian juga aktif berkolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat lokal melalui berbagai sarasehan dan diskusi terbuka. Salah satunya digelar di Ambon, Maluku, sebagai momentum kebangkitan usaha hilirisasi sektor kelautan dan perikanan.
“Acara itu diprakarsai oleh DPP Ikatan Masyarakat Nelayan Maluku (IKMANEMA) dalam konsep sarasehan pada Rabu (1/10/2025),” tuturnya.
“Melalui diskusi santai dan terbuka seperti ini, kami ingin memperkuat jejaring usaha antar daerah, membuka peluang investasi baru di sektor kelautan, serta mendorong inovasi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.”
Selain fokus di bidang ekonomi, Sultan Andrian juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Sultan Paser 18 Foundation, lembaga yang kerap menghadiri forum internasional untuk memperkenalkan potensi investasi di Indonesia.
Beberapa waktu lalu, ia juga menghadiri “60th Birthday Celebration” Tan Seri Jimmy J. Guo dan Dato Seri Zhu Zi Sabrina dari Republik Nauru, yang digelar di Chuai Heng Banquet Hall, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (4/8/2025).
“Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pengusaha internasional dari China, Nauru, Singapura, Hong Kong, Thailand, Vietnam, Kamboja, serta Malaysia,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Sultan Andrian turut mengajak para pengusaha mancanegara untuk berinvestasi di Indonesia, dengan tetap mengedepankan kepatuhan pada aturan nasional dan regulasi perdagangan internasional.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat mendukung program pembangunan Indonesia secara optimal — bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan, pengentasan kemiskinan, dan pengembangan potensi lokal,” pungkasnya. (red)



