• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Mensos Sebut Ditjen Pesantren Jadi Kado Istimewa Prabowo di Hari Santri

Putra by Putra
23 Oktober 2025
in Nasional
0
Prabowo Tunjuk Yusril Jadi Ketua Komite Nasional TPPU, Berikut Susunannya

Ket. Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: Biro Setpres)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Menteri Sosial sekaligus Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren merupakan ‘kado’ istimewa dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025.

“Sebagai santri, saya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena menginisiasi lahirnya Direktorat Jenderal Pesantren. Ini adalah kado dari Presiden,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya menjadi institusi administratif, tetapi juga sebagai simbol pengakuan negara atas peran pesantren dalam membentuk karakter, moral, dan kemandirian bangsa.

“Pesantren kini diakui bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat peradaban, pemberdayaan sosial, ekonomi, dan kemandirian umat. Negara kini hadir lebih dekat ke pesantren, memberikan dukungan struktural, anggaran, dan kebijakan berkelanjutan,” sambungnya.

Gus Ipul menilai Ditjen Pesantren sejalan dengan semangat Hari Santri yang berorientasi pada nilai perjuangan dan pengabdian sejak Resolusi Jihad 22 Oktober 1945.

“Santri adalah penjaga akhlak bangsa, benteng moral di tengah zaman yang sering kehilangan arah. Mereka membangun negeri bukan dengan kebencian, tapi dengan kasih dan ilmu,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa semangat santri kini sejalan dengan kebijakan negara, yakni membangun dengan keberpihakan dan menolong dengan kasih sayang. Ia pun berharap momentum Hari Santri menjadi pengingat agar masyarakat terus mengabdi pada Indonesia.

“Menjadi santri di mana pun kita berada berarti menjaga akhlak, memperkuat keadilan sosial, dan terus berbuat untuk sesama,” pungkasnya.

(red)

 

134
Tags: Gus IpulHari SantriMenteri SosialPB NUPrabowo
Previous Post

Presiden Brazil Hadiahkan Jersey Nomor ‘8’ ke Prabowo: Kita Sama-Sama Beruntung!

Next Post

Badko HMI Bali Nusa Tenggara Tuntut Kejati NTB Usut Tuntas Tiga Kasus Mangkrak

Putra

Putra

Next Post
Badko HMI Bali Nusa Tenggara Tuntut Kejati NTB Usut Tuntas Tiga Kasus Mangkrak

Badko HMI Bali Nusa Tenggara Tuntut Kejati NTB Usut Tuntas Tiga Kasus Mangkrak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.