Korannusantara.id, Jakarta – Tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencapai angka 81%. Angka tersebut didapat dari responden yang menyatakan percaya sebesar 64%, dan 17% lainnya menyatakan sangat percaya.
Hal ini terpotret dalam hasil survei yang ditulis oleh lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) bertajuk ‘Satu Tahun Pemerintahan: Evaluasi dan Catatan Publik’.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menyatakan bahwa angka tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan Prabowo dinilai kuat, stabil, dan berpihak pada rakyat kecil.
“Persepsi ini membuktikan optimisme yang juga tinggi di masyarakat, seiring tingkat kepuasan pada kinerja Presiden Prabowo Subianto, maka kebijakan pemerintah dalam situasi saat ini akan mudah mendapatkan dukungan dari masyarakat,” kata Dedi di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Selain kepercayaan terhadap Presiden, survei IPO juga mencatat penilaian positif terhadap arah kebijakan pemerintah. Sebanyak 73% responden menilai kondisi ekonomi nasional baik dan cukup baik. Bahkan, 85% menilai ekonomi perdesaan membaik dibandingkan tahun sebelumnya.
Program-program utama pemerintah seperti Dana Desa, Koperasi Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis disebut berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat, memperkuat kemandirian ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan menjaga daya beli masyarakat.Program-program utama pemerintah seperti Dana Desa, Koperasi Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis disebut berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat, memperkuat kemandirian ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan menjaga daya beli masyarakat.
Program-program utama pemerintah seperti Dana Desa, Koperasi Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis disebut berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat, memperkuat kemandirian ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan menjaga daya beli masyarakat.
Dedi menambahkan, keberhasilan kebijakan ekonomi dan sosial ini menjadi faktor yang memperkuat kepuasan publik. “Publik tidak sekadar puas karena figur kepemimpinan, tetapi karena hasil kebijakan yang nyata. Program makan bergizi dan dana desa dianggap menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilaksanakan 9-17 Oktober 2025 ini melibatkan 1.200 responden berusia minimal 17 tahun, tersebar proporsional di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Metode yang digunakan adalah Stratified Multistage Random Sampling (SMRS) dengan margin of error ±2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.
(red)



