Korannusantara.id – Pekanbaru, 17 Oktober 2025, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pekanbaru Bergerak (AMPB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Jumat (17/10)
Aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB ini merupakan bentuk desakan moral terhadap dugaan penyimpangan penggunaan anggaran perjalanan dinas (SPPD) fiktif di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru, yang diduga melibatkan Sekretaris Dewan (Sekwan) Hambali Nanda Manurung.
Dalam aksinya, massa membawa spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap dugaan praktik korupsi serta seruan agar Kejari Pekanbaru segera menuntaskan kasus SPPD fiktif tersebut tanpa tebang pilih. Mereka menilai persoalan ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap amanah publik dan kepercayaan rakyat.
Koordinator Umum AMPB, Muhamad Adib, dalam orasinya menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat dugaan penyimpangan yang merugikan keuangan negara. Ia mendesak Kejari, khususnya bidang Pidana Khusus (Pidsus), untuk bekerja secara profesional, transparan, dan terbuka kepada publik.
Kami datang bukan untuk mencari sensasi, tapi untuk memastikan kebenaran berdiri di atas keadilan. Jika benar terjadi penyimpangan, maka seluruh pihak yang terlibat harus bertanggung jawab tanpa pandang jabatan,” tegas Adib di depan kantor Kejari Pekanbaru.
Sementara itu, Koordinator Lapangan AMPB, Tedy P. Sihombing, menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran negara. Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
“Kejari Pekanbaru harus berani dan independen. Jangan ada intervensi politik dalam penanganan kasus ini,” ujar Tedy.
Selain mendesak Kejari, para mahasiswa juga menuntut agar Wali Kota Pekanbaru dan Inspektorat Daerah segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran perjalanan dinas selama masa jabatan Hambali Nanda Manurung sebagai Sekwan DPRD.
Aksi yang diikuti sekitar 15 orang mahasiswa itu berlangsung damai dan tertib di bawah pengawasan aparat kepolisian. Setelah menyampaikan orasi dan menyerahkan surat pernyataan sikap kepada pihak Kejaksaan, massa membubarkan diri sekitar pukul 15.40 WIB.
Sebelum meninggalkan lokasi, para mahasiswa menegaskan bahwa jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti oleh Kejari Pekanbaru, maka mereka akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Ini baru langkah awal. Kami akan datang lagi dengan kekuatan yang lebih besar jika kasus ini dibiarkan berlarut-larut,” tutup Adib dengan lantang.
( VV )



