Korannusantara.id, Jakarta – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengatakan Presiden RI, Prabowo Subianto menaruh atensi besar pada upaya perbaikan institusi Polri. Oleh karena itu, Pigai memastikan pemerintah sangat mempertimbangkan wacana pembentukan Tim Reformasi Polri.
“Presiden memang sudah bersikap untuk melakukan evaluasi kepolisian dan akan dilakukan dalam waktu yang cepat karena itu sudah menjadi fungsi Presiden,” kata Pigai saat dalam acara pembahasan DIM Revisi UU Pemilu di Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025).
Menteri Pigai menuturkan, muatan reformasi Korps Bhayangkara bertujuan menghadirkan kerja-kerja penegakan hukum yang lebih baik. Oleh karena itu, perubahan bukan bicara pergantian orang tertentu dari jabatannya, tetapi lebih pada mengubah kultur seperti pendidikan kepolisian yang menunjang profesionalisme aparat.
“Reformasi institusi kepolisian untuk kepolisian yang lebih progresif, kepolisian yang lebih profesional, kepolisian yang lebih kredibel, akuntabel, dan memberi rasa keadilan dalam proses pendidikan hukum yang pada masa yang akan datang,” katanya.
Mantan Komisioner Komnas HAM ini bilang, sejumlah nama telah disiapkan mengisi tim reformasi Polri. Tanpa menyebut nama, dia memastikan ada sejumlah nama besar yang digadang-gadang memiliki kapasitas dan rekam jejak teruji.
“Jadi holistik reformasi dilakukan oleh senior-senior. Oleh senior yang prominent. Ada akademisi, ada mantan jenderal polisi. Paling mungkin satu orang yang dari (mantan polisi), tapi semua yang dilibatkan profesional,” ucapnya. (red)










