• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Tuai Sorotan Publik, Mahfud MD Ingatkan Polri Tekankan Nilai Tri Brata dan Catur Prasetya

Putra by Putra
14 September 2025
in Nasional
0
Tuai Sorotan Publik, Mahfud MD Ingatkan Polri Tekankan Nilai Tri Brata dan Catur Prasetya

Ket. Mahfud MD dan Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana menjadi pembicara di acara Forum Belajar Bersama (FBB) Polri bertema “Pemulihan Moril, Semangat, dan Profesional Polri Pasca Kekerasan Kolektif serta Riot Akhir Agustus". (Foto: Polri)

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD secara tegas menyatakan bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menghadapi tantangan besar. Tantangan tersebut berpusat pada upaya meningkatkan kembali Kepercayaan Publik Polri yang sempat tergerus.

Pernyataan ini disampaikan Mahfud MD dalam Forum Belajar Bersama (FBB) yang diselenggarakan pada Jumat (12/9/2025) di Jakarta. Acara tersebut mengusung tema penting, yakni “Pemulihan Moril, Semangat, dan Profesional Polri Pasca Kekerasan Kolektif serta Riot Akhir Agustus”.

Menurut Mahfud, perubahan fundamental harus segera dilakukan oleh institusi Polri. Hal ini mengingat sorotan tajam dari masyarakat setelah beberapa peristiwa yang terjadi, terutama saat demonstrasi beberapa waktu lalu, yang berdampak pada Kepercayaan Publik Polri secara signifikan.

Tantangan Kepercayaan Publik Polri di Tengah Sorotan

Mahfud MD menyoroti bahwa Kepercayaan Publik Polri merupakan fondasi krusial yang menopang efektivitas penegakan hukum. Tanpa adanya kepercayaan dari masyarakat, proses hukum yang dijalankan oleh Polri akan kehilangan legitimasi dan dukungan.

Kondisi ini menjadi semakin mendesak mengingat berbagai peristiwa yang belakangan ini menyita perhatian publik. Sorotan terhadap kinerja dan perilaku anggota Polri telah memicu pertanyaan besar di benak masyarakat.

Oleh karena itu, upaya pemulihan Kepercayaan Publik Polri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Institusi ini harus mampu menunjukkan komitmen nyata terhadap profesionalisme dan akuntabilitas.

Jati Diri dan Moralitas sebagai Fondasi Pemulihan

Solusi fundamental yang ditawarkan oleh Mahfud MD adalah agar Polri kembali pada jati dirinya yang sejati. Ia menekankan pentingnya menghayati nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai pedoman utama.

“Solusi fundamental bagi Polri adalah kembali pada jati dirinya. Tri Brata dan Catur Prasetya harus dihayati, dengan berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, agar Polri tetap dipercaya rakyat sebagai penjaga hukum dan NKRI,” ujar Mahfud.

Penghayatan nilai-nilai ini diharapkan dapat mengembalikan citra Polri sebagai pelayan masyarakat sekaligus penegak hukum yang adil. Moralitas dan integritas menjadi kunci utama dalam membangun kembali Kepercayaan Publik Polri.

Transformasi Pendidikan dan Smart Policing untuk Citra Positif

Sejalan dengan pandangan Mahfud MD, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana juga mengakui kebutuhan akan perubahan. Chryshnanda menyoroti pentingnya transformasi pendidikan di lingkungan Polri.

Transformasi ini, menurut Chryshnanda, harus berbasis pada moralitas, literasi, dan dialog peradaban. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk anggota Polri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara etika.

“Smart policing dan media policing adalah kunci, namun yang terpenting adalah menjaga kepercayaan publik dengan menjauhi korupsi, arogansi, dan keberpihakan pada kejahatan,” tambah Chryshnanda. Dengan perubahan total ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menerima keberadaan Polri, sehingga kinerja dalam menegakkan hukum semakin meningkat dan Kepercayaan Publik Polri pulih sepenuhnya. (red)

 

424
Tags: Jati DiriKemdiklat PolriMahfud MDPolri
Previous Post

Mahasiswa Minta Ketua Gerindra Binjai Klarifikasi Tuduhan Terkait Demo Mahasiswa “Pecat Ajie Karim”

Next Post

Ramai Isu Pergantian Kapolri, Ini Penjelasan Mensesneg

Putra

Putra

Next Post
Prabowo Jenguk Polisi dan Masyarakat yang Luka-Luka Akibat Demo Ricuh di RS Polri

Ramai Isu Pergantian Kapolri, Ini Penjelasan Mensesneg

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.