Korannusantara.id – Jakarta, 12 September 2025, Menanggapi isu yang menyebut TNI tengah menciptakan skenario darurat militer, Hanif Riadi Bancin, jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM), menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi memperkeruh kehidupan demokrasi di Indonesia.
Menurutnya, tuduhan itu bukan hanya mencederai kredibilitas TNI, tetapi juga dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan negara.
“Sejak reformasi 1998, TNI telah melakukan reposisi fundamental dengan menegaskan diri sebagai tentara profesional yang tunduk pada konstitusi serta menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Oleh karena itu, spekulasi mengenai darurat militer yang digoreng di ruang publik tidak hanya keliru, tetapi juga berbahaya,” ujar Hanif dalam keterangannya, Jumat (12/9).
Hanif menegaskan bahwa pemberlakuan darurat militer bukanlah keputusan yang bisa diambil secara sembarangan. Hal itu merupakan kewenangan konstitusional Presiden dalam kondisi luar biasa yang menyangkut keselamatan bangsa.
“Demonstrasi, dinamika politik, atau perbedaan pandangan di masyarakat tidak bisa serta-merta dijadikan alasan untuk mengaburkan realitas tersebut,” tegasnya.
Ia juga mengutip pandangan proklamator Moh. Hatta dalam Tanggung Jawab Intelejensia, yang menyebut kaum intelektual memiliki tugas moral untuk menyejukkan kehidupan publik, bukan menambah keruh suasana dengan rumor yang tak berdasar.
“Saya percaya, generasi muda harus hadir sebagai penjernih, bukan penyebar kecemasan,” tambahnya.
Hanif menyerukan agar seluruh elemen bangsa tidak terprovokasi oleh narasi yang menuding TNI sedang bermain politik. Sebaliknya, solidaritas dengan TNI sebagai penjaga kedaulatan bangsa perlu diperkuat.
“Apabila ada pihak yang dengan sengaja menyebarkan isu miring, maka itu seharusnya menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Negara tidak boleh kalah oleh provokasi,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada kaum muda untuk menghidupkan rasionalitas, mengedepankan etika politik, dan tidak larut dalam arus opini sesat.
“Rakyat dan TNI adalah satu tubuh dalam menjaga Indonesia. Hanya dengan kedewasaan berpikir, kita bisa memastikan demokrasi tetap kokoh dan kedaulatan bangsa tetap terjaga,” pungkasnya.
( Red )



