Korannusantara.id – Jakarta, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) 2025 menjadi momentum konsolidasi besar organisasi mahasiswa tersebut. Acara yang berlangsung di Aula Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, pada Jumat (5/9/2025), dihadiri jajaran Pengurus Pusat (PP), Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), serta Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah (PD) se-Indonesia.
Ketua Umum PP KAMMI periode 2024–2026, Ahmad Jundi Khalifatullah, menegaskan hanya ada satu kepemimpinan sah dalam tubuh organisasi, yakni hasil Muktamar XIII KAMMI di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, berbagai klaim di luar mekanisme muktamar tidak memiliki dasar konstitusional dan justru berpotensi memecah belah.
“Segala klaim yang tidak bertanggung jawab dan memecah-belah organisasi di luar, kami tegaskan tidak benar. Pengurus Pusat KAMMI hanya satu dan tidak terpecah-belah,” tegas Jundi.

Ia memastikan tidak ada dualisme organisasi karena muktamar telah menetapkan dirinya sebagai Ketua Umum dengan perolehan 133 dari 158 suara sah. “Hasil muktamar jelas, konsiderannya juga jelas, bahwa kepemimpinan sah KAMMI berada di bawah saya untuk periode 2024–2026,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, KAMMI menyampaikan sikap resmi untuk menegaskan arah organisasi. Pertama, kepengurusan yang sah hanya berdasarkan keputusan Muktamar XIII di Mataram, sehingga isu dualisme kepemimpinan yang berkembang tidak benar dan tidak memiliki dasar hukum. Kedua, seluruh Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah dari berbagai daerah di Indonesia telah menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Ahmad Jundi. Ketiga, segala bentuk upaya yang menimbulkan perpecahan di tubuh organisasi akan ditindak sesuai jalur hukum yang berlaku.
Selain itu, KAMMI juga menegaskan bahwa organisasi hadir untuk memberi dampak nyata bagi umat, bangsa, dan negara. Karena itu, mereka menolak terjebak dalam konflik internal yang tidak produktif dan akan terus fokus meningkatkan kualitas kader, membangun kepeloporan pemuda, serta memberikan kontribusi dalam isu kebangsaan, keumatan, dan kemahasiswaan.
“Dalam periode ini, KAMMI akan memperkuat peran strategis baik di tingkat nasional maupun daerah. Program kerja nyata akan terus dijalankan, mulai dari advokasi kebijakan, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kapasitas kader,” ujar Jundi.
Ia pun mengajak seluruh kader KAMMI di berbagai daerah untuk menjaga soliditas, mengedepankan persatuan, dan memperbesar kontribusi positif bagi bangsa. “Mari kita jadikan KAMMI sebagai rumah bersama yang kokoh, mandiri, dan berdampak,” ungkapnya.
Rapimnas I KAMMI turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, serta Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati.
( Red )



