Jakarta – Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam aksi unjuk rasa pada 28 Agustus 2025 di Jakarta. Peristiwa memilukan tersebut menimpa saudara-saudara kita, baik dari kalangan masyarakat, khususnya pengemudi ojek online (ojol), maupun aparat kepolisian yang tengah bertugas menjaga ketertiban.
Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, H. Zainuddin, SE, atau yang akrab disapa Haji Oding, menegaskan bahwa seluruh keluarga besar Bamus Betawi turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. “Kami sampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan ketabahan, dan bagi mereka yang telah meninggal dunia mendapat husnul khotimah. Untuk para korban luka, baik dari peserta demonstran maupun aparat kepolisian, semoga lekas diberikan kesembuhan dan pemulihan,” ucapnya dalam rilis resmi, Jumat (29/08/2025).
Lebih lanjut, Haji Oding berharap agar kejadian memilukan tersebut tidak kembali terulang di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, kondusifitas, keamanan, serta ketentraman masyarakat, khususnya di Jakarta yang merupakan barometer Indonesia.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Betawi dan masyarakat Jakarta pada umumnya untuk bersama-sama menciptakan suasana damai. Para demonstran dipersilakan menyampaikan aspirasi, namun tetap dengan cara yang santun, tanpa merusak fasilitas umum maupun properti milik masyarakat. Sementara kepada aparat kepolisian, kami berharap tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menangani aksi-aksi demonstrasi, demi menghindari jatuhnya korban,” lanjutnya.
Bamus Betawi 1982 juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun upaya adu domba yang dapat memecah belah persatuan bangsa. “Mari kita bersama-sama menahan diri, menjaga kebersamaan, dan menolak segala bentuk provokasi yang hanya akan menimbulkan kegaduhan dan kekacauan di tanah air,” tegas Haji Oding.
Dengan pernyataan resmi ini, Bamus Betawi 1982 menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan, budaya Betawi, serta persatuan bangsa Indonesia di tengah situasi yang penuh tantangan.










