Korannusantara.id – Karo, 27 Agustus 2025, Suasana sejuk di kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi saksi meriahnya Festival Anak Berprestasi yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) 2025.
Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Agustus di Desa Kineppen, Kecamatan Munte, ini menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKN dengan tujuan menghadirkan ruang kreatif sekaligus sarana edukasi bagi anak-anak desa.
Festival ini menyasar anak-anak tingkat TK hingga SD. Sejak pagi, antusiasme tampak begitu tinggi saat orang tua mendampingi putra-putri mereka mengikuti berbagai lomba. Suasana desa yang biasanya tenang seketika dipenuhi keceriaan, tawa, dan sorakan dukungan.
Berbagai lomba digelar, mulai dari Quiz Ranking yang menguji pengetahuan umum, Fashion Show yang melatih kepercayaan diri, Lomba Mewarnai untuk mengasah imajinasi, hingga lomba Menyanyikan Lagu Daerah guna menumbuhkan kecintaan pada budaya Karo.
“Festival ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga misi pendidikan karakter. Anak-anak diajak belajar sportivitas, keberanian, serta kreativitas. Harapan kami, pengalaman kecil ini bisa menjadi bekal besar di masa depan,” ujar Saiff Arrasid Koordinator KKN UINSU.
Kepala Desa Kineppen, Arjuna Sitepu, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Acara seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Selain melatih keberanian, juga menambah wawasan. Semoga ke depan bisa terus berlanjut,” ungkapnya.
Kemeriahan festival terasa bukan hanya bagi anak-anak peserta, tetapi juga orang tua, masyarakat, hingga perangkat desa. Mahasiswa KKN UINSU yang berjumlah 29 orang tampil kompak mengatur jalannya acara dari awal hingga penutupan.
Para pemenang mendapat hadiah sederhana, sementara seluruh peserta tetap memperoleh apresiasi, menegaskan bahwa esensi kegiatan ini bukan semata kemenangan, melainkan pengalaman dan kebersamaan.
Festival Anak Berprestasi menjadi bukti nyata peran mahasiswa KKN yang mampu berbaur dengan masyarakat sekaligus memberi kontribusi dalam bidang pendidikan dan pengembangan bakat anak.
Dengan semangat gotong royong, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam dan menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga bisa tumbuh di panggung sederhana sebuah desa di kaki Gunung Sinabung.
( Ruslan P )










