Batu Bara,Korannusantara.id – Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Suasana penuh kehangatan dan kasih sayang mewarnai kegiatan Kajian Spesial bersama anak yatim dan dhuafa yang digelar di Panti Asuhan Darut Taufiq, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, pada Ahad (24/8/2025).
Acara yang menghadirkan Ustadz Zainul Muttaqin, S.Sos ini mengangkat tema penting tentang upaya mencegah serta mengatasi bullying di lingkungan masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Zainul menekankan pentingnya menumbuhkan rasa saling menghargai dan mengasihi antar sesama. Ia mengingatkan bahwa bullying bukan hanya menyakiti fisik, tetapi juga bisa melukai hati dan masa depan anak.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Jangan pernah ada di antara kita yang menjadi sebab sakitnya hati orang lain, apalagi anak yatim dan dhuafa,” pesan Ustadz Zainul dalam kajiannya.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari gerakan kepedulian sosial yang digagas komunitas Gerakan Istiqomah Peduli Pelosok (GIPP). Selain kajian, acara juga diisi dengan doa bersama, santunan, serta kegiatan interaktif yang menumbuhkan semangat kebersamaan.
Zainul menambahkan, kegiatan ini bukan hanya sekadar kajian keagamaan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan.
“Bullying harus dicegah sejak dini. Lingkungan penuh kasih sayang akan membentuk generasi yang kuat, berakhlak, dan saling mendukung,” ucapnya.
Melalui momentum ini GIPP mengajak seluruh masyarakat Batu Bara untuk terus menebar kebaikan, menguatkan solidaritas, serta menjaga anak-anak dari segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun fisik.
( Ruslan P )










