Korannusantara.id – Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan , Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai halaman SD YPPK Santa Maria Kukding, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Minggu (10/8/2025). Puluhan prajurit Pos Okpol Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS) bersama Satgas Teritorial (Ter) dan Satgas Bantuan Administrasi (Banmin) bergotong royong bersama guru dan warga untuk mempercantik lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak pagi, para prajurit berseragam loreng tampak tak segan memegang kuas cat, cangkul, hingga ember air. Mereka membenahi papan nama sekolah yang sempat roboh akibat cuaca ekstrem, membuat taman kecil di depan ruang kelas untuk menambah keindahan, hingga mengangkut air dari sumber terdekat demi membersihkan kamar mandi sekolah.
Di sela-sela pekerjaan, terdengar tawa anak-anak yang menyaksikan dengan antusias proses “transformasi” sekolah mereka.
Kepala Sekolah SD YPPK Santa Maria Kukding Ibu Suzanna, mengaku terharu dan berterima kasih atas kepedulian TNI terhadap fasilitas pendidikan di wilayah perbatasan yang selama ini jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
“Terima kasih kepada TNI yang sudah membantu. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami dan lingkungan sekolah. Semoga kebersamaan ini terus terjalin demi kemajuan pendidikan di Kukding,” ujarnya penuh haru.
Perwakilan Pos Okpol menyampaikan bahwa karya bakti ini bukan sekadar persiapan menyambut HUT RI, tetapi juga bentuk nyata kemanunggalan TNI–Rakyat di wilayah perbatasan.
“Kami ingin kehadiran TNI tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga ikut berperan dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar anak-anak. Semangat kemerdekaan harus dirasakan sampai pelosok negeri,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung aman dan tertib ini menjadi momen berharga yang mempererat hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.
Lebih dari sekadar memperindah wajah sekolah, karya bakti ini diharapkan mampu membangkitkan motivasi belajar para siswa, sekaligus menjadi simbol semangat gotong royong dan persatuan dalam menyongsong peringatan 17 Agustus di tanah perbatasan.



