Korannusantara.id – Jakarta, 6 Agustus 2025, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi dari jajaran pengurus Keroncong Tugu Cafrinho di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Rabu (06/08/2025).
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban, membahas pelestarian budaya melalui musik keroncong yang telah menjadi bagian dari identitas budaya bangsa Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, pimpinan Keroncong Tugu Cafrinho, Daud M. Yahya, menyampaikan laporan kepada Wapres Gibran mengenai perkembangan komunitas musik keroncong yang telah konsisten menjaga eksistensinya selama bertahun-tahun. Ia juga memaparkan rencana penyelenggaraan penampilan “single year” sebagai bentuk peringatan 100 tahun perjalanan musik keroncong di Indonesia, yang dijadwalkan akan digelar pada 12 Desember 2025 mendatang.
“Momentum ini kami harapkan menjadi ajang refleksi dan edukasi bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal dan mencintai musik keroncong sebagai bagian dari jati diri budaya Indonesia,” ujar Daud.
Menanggapi hal tersebut, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi tinggi dan dukungannya atas semangat pelestarian musik tradisional seperti keroncong. Ia menilai, upaya komunitas seperti Keroncong Tugu Cafrinho sangat penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah arus globalisasi yang semakin masif.
“Musik keroncong bukan sekadar hiburan, tetapi juga cerminan sejarah, perjuangan, dan nilai-nilai luhur bangsa. Karena itu, saya sangat mendukung agar upaya pelestarian ini terus dilakukan secara konsisten dan kreatif,” kata Wapres Gibran.
Lebih lanjut, Wapres mendorong agar komunitas Keroncong Tugu Cafrinho menjalin sinergi dengan instansi pemerintah, pelaku seni, dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan berbagai kegiatan budaya, baik melalui pertunjukan langsung, workshop, hingga festival kebudayaan.
Kegiatan audiensi ini menjadi penanda komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian warisan budaya tak benda, termasuk musik keroncong yang memiliki akar sejarah panjang sejak masa penjajahan. Diharapkan, ke depan musik keroncong semakin dikenal luas dan dicintai lintas generasi.
( Red )



