• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
Advertisement
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Saiful Amri Pertanyakan Aksi Jalan Kaki Mahmudin alias Kacak: “Kriminalisasi Seperti Apa?”

Redaksi by Redaksi
6 Agustus 2025
in Daerah
0
Saiful Amri Pertanyakan Aksi Jalan Kaki Mahmudin alias Kacak: “Kriminalisasi Seperti Apa?”

Ket : Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Sumatera Utara, Saiful Amri S.Sos

0
SHARES
120
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Tanjungbalai, Wakil Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Sumatera Utara, Saiful Amri, S.Sos, angkat bicara mengenai aksi jalan kaki seorang warga Tanjungbalai bernama Mahmudin alias Kacak (M) menuju Jakarta. Aksi ini diklaim sebagai bentuk protes atas dugaan kriminalisasi yang dialami M, namun menurut Saiful, tindakan tersebut justru terkesan mengada-ada dan membingungkan publik.

Dalam keterangannya kepada media, Selasa (5/8/2025), Saiful menyoroti aksi unjuk rasa yang sempat digelar di Mapolda Sumut, yang menyudutkan Direktorat Narkoba Polda Sumut pasca-penangkapan bandar narkoba bernama Rahmadi.

“Penangkapan terhadap pelaku narkoba pasti sudah melalui prosedur hukum yang sah, termasuk adanya minimal dua alat bukti yang meyakinkan. Jadi, sangat tidak masuk akal jika ada pihak-pihak yang menyebut ini sebagai kriminalisasi,” ujar Saiful.

Ia menambahkan, apabila ada keberatan terhadap proses penangkapan, seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang tersedia, bukan melalui aksi yang dinilai justru melemahkan institusi penegak hukum.

Lebih lanjut, Saiful juga mempertanyakan keabsahan dan motif massa aksi yang mengatasnamakan masyarakat Tanjungbalai, padahal menurutnya, terdapat indikasi kuat bahwa massa berasal dari luar kota, bahkan menggunakan alat peraga aksi seperti mobil komando, spanduk, dan atribut lainnya yang sudah terorganisir.

“Aksi ini sangat sarat kepentingan. Diduga ada pihak-pihak yang sedang berseteru dengan salah satu anggota Dit Narkoba Polda Sumut, yakni Kompol DK, yang hingga kini masih aktif bertugas,” ungkapnya.

Terkait aksi jalan kaki yang dilakukan Mahmudin alias Kacak menuju Jakarta, Saiful menyatakan bahwa alasan yang dikemukakan sangat janggal.

“Yang jadi pertanyaan kita semua: kriminalisasi seperti apa yang dialami saudara M ini?” tegasnya.

Ia juga menyinggung beredarnya video permohonan maaf dari M kepada Polda Sumut dan Kompol DK atas tindakannya menyebarluaskan video penangkapan Rahmadi, yang dilakukan dengan prosedur tegas dan terukur oleh aparat.

Saiful turut mengaitkan keterlibatan seorang tokoh bernama RBS, yang mendampingi M dalam aksinya. RBS disebut-sebut sebagai humas di salah satu tempat hiburan malam (THM) ternama di Tanjungbalai, seperti Tresya Hotel dan Mahkota Hall & KTV. Tempat-tempat tersebut diketahui pernah beberapa kali dijadikan lokasi penggerebekan kasus narkoba dan bahkan telah dipasangi police line dalam dua tahun terakhir.

“Ini memperkuat dugaan adanya motif tersembunyi di balik aksi-aksi tersebut. Saya mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing dan tetap percaya pada proses penegakan hukum yang berjalan,” pungkas Saiful.

 

( MJH )

808
Tags: Aksi Jalan KakiKompol DKKriminalisasiMahmudinMPI DPD KNPI SumutSaiful Amri
Previous Post

Menteri Imipas Kukuhkan Satgas Patroli, Jaga Stabilitas dan Keamanan Wilayah

Next Post

Menpora Dito Lepas Tim Seni Embun Pagi Primary School ke Kompetisi Tari Dunia WDF 2025

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo melakukan pelepasan Tim Seni Embun Pagi Primary School pada ajang "The 14th WDF 2025 International Dance Competition Program” di Auditorium Wisma Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda Nomor 3, Senayan, Rabu (6/8) pagi.(foto:Gilang/kemenpora.go.id)

Menpora Dito Lepas Tim Seni Embun Pagi Primary School ke Kompetisi Tari Dunia WDF 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.