Korannusantara.id – Jakarta, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) Provinsi DKI Jakarta menyambut positif langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang baru-baru ini memberikan abolisi kepada Thomas Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto. Keputusan tersebut dinilai sebagai kebijakan bersejarah yang mencerminkan kebijaksanaan dalam memimpin negara di tengah tantangan politik dan dinamika global.
Ketua PW GPA DKI Jakarta, Dedi Siregar, dalam pernyataan tertulis kepada awak media menyebut bahwa kebijakan Presiden Prabowo menunjukkan sikap negarawan sejati yang berpikir jernih demi menjaga keutuhan bangsa dan merawat demokrasi Indonesia.
“Keputusan Presiden Prabowo penuh dengan kajian mendalam dan strategi. Kami menilai beliau adalah sosok yang bijaksana dalam mengambil keputusan strategis di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu,” kata Dedi Siregar.
PW GPA juga menekankan bahwa keputusan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya pemuda-pemudi Indonesia, untuk terus menjaga semangat demokrasi yang sehat dan konstruktif.
“Presiden Prabowo ingin negeri ini terus melangkah menuju kemajuan. Abolisi kepada Tom Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto adalah langkah berani untuk menyejukkan bangsa dan menempatkan kepentingan negara di atas hiruk-pikuk politik,” tambahnya.
PW GPA DKI Jakarta juga mengapresiasi bahwa keputusan Presiden ini telah sesuai dengan koridor hukum dan konstitusi yang berlaku, yakni berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Darurat.
Sebagai informasi, pada 31 Juli 2025 lalu, DPR RI dalam rapat konsultasi telah memberikan persetujuan terhadap dua Surat Presiden, yaitu:
Surat Presiden Nomor R43/PRES/07/2025 tentang pemberian abolisi kepada Thomas Lembong.
Surat Presiden Nomor R42/PRES/07/2025 tentang pemberian amnesti kepada 1.116 orang terpidana, termasuk Hasto Kristiyanto.
“Kami mendukung sepenuhnya keputusan ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai titik balik menuju persatuan nasional,” tutup Dedi.



