Korannusantara.id – Jakarta, Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Saiful Chaniago, menyampaikan apresiasi atas kinerja dan prestasi Kejaksaan Agung RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pemberantasan korupsi di berbagai wilayah Indonesia. Namun, ia juga mengingatkan agar kedua institusi penegak hukum tersebut tidak tebang pilih dalam menangani kasus.
“Dalam catatan kami, masih banyak dugaan kasus korupsi besar yang melibatkan oknum pejabat tinggi negara yang belum disentuh Kejagung dan KPK. Seperti dugaan keterlibatan Menteri BUMN Erick Thohir dalam kerugian negara di tubuh BUMN, yang nilainya ditaksir mencapai ribuan triliun rupiah,” ujar Saiful. ( 27/7 )
Ia juga menyoroti dugaan korupsi lainnya seperti kasus CSR Bank Indonesia, kasus di lingkungan Kementerian Perdagangan, Kementerian Agama, serta sejumlah lembaga negara lainnya. “Dugaan kasus-kasus tersebut belum menyentuh aktor utama atau pihak yang paling bertanggung jawab. Selama ini, penindakan cenderung hanya menyasar pejabat pelaksana di level bawah yang menjalankan perintah,” tegasnya.
Sebagai pemimpin pemuda dan Ketua Umum Pasukan Pro Prabowo (Pasprobo), Saiful menekankan pentingnya integritas dan komitmen terhadap nilai-nilai konstitusi dalam penegakan hukum. Ia meminta Kejagung dan KPK tidak tunduk pada intervensi pihak manapun yang ingin menghambat pemberantasan korupsi.
“Penegakan hukum harus dijalankan dengan sungguh-sungguh sesuai sumpah jabatan di hadapan Allah SWT dan Presiden Republik Indonesia. Jangan ada keberpihakan atau ketakutan menghadapi tekanan politik,” pungkasnya.



