• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

Kematian Arya Daru Pangayunan Menggema : “Gugurnya Duta Bangsa” Berpotensi Ditempuh Lewat Jalur Hukum Internasional

Redaksi by Redaksi
24 Juli 2025
in Nasional
0
Kematian Arya Daru Pangayunan Menggema : “Gugurnya Duta Bangsa” Berpotensi Ditempuh Lewat Jalur Hukum Internasional

Sumber foto: Instagram/ @ddaru_chee)

0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Jakarta, Dunia diplomasi dan kemanusiaan Indonesia berduka. Arya Daru Pangayunan, diplomat muda yang dikenal berdedikasi dalam isu perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI), ditemukan meninggal dunia secara misterius di kamar kosnya.

Putra tunggal dari Dr. Ir. Subaryono, MSc, yang juga adik kandung dari almarhum Jenderal Polisi Djatmika, meninggalkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Arya, yang dikenal idealis dan berani dalam menangani isu-isu transnasional seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Asia Tenggara, kini diduga menjadi korban dari konspirasi yang melibatkan jaringan besar dan terorganisir.

Menanggapi peristiwa ini, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, pakar hukum internasional sekaligus penasihat hukum Media Putra Bhayangkara, menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini melalui jalur hukum, termasuk kemungkinan membawa perkara ini ke tingkat internasional.

“Kematian Daru bukan hanya duka keluarga, tetapi luka bagi bangsa Indonesia. Jika penegakan hukum dalam negeri menemui jalan buntu, kami siap tempuh jalur internasional. Tidak tertutup kemungkinan untuk melibatkan FBI bersama Mabes Polri dan Panglima TNI,” ujar Prof. Nasomal di sampaikan kepada awak media Koran Nusantara hari ini Kamis (24/7).

Dalam pembicaraan strategis tersebut, Prof. Nasomal menegaskan bahwa misi ini tidak hanya tentang kebenaran pribadi, tetapi menyangkut martabat negara dan pelindungan terhadap para pengabdi negeri.

Arya Daru dikenal sebagai sosok bersih, tangguh, dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan kemanusiaan, khususnya dalam membela korban TPPO di berbagai negara Asia Tenggara. Namun, keberaniannya diyakini telah mengganggu kepentingan kelompok transnasional yang tak segan melakukan tindakan represif.

“Kami melihat indikasi kuat bahwa ini bukan kematian biasa. Bisa jadi, ini adalah bentuk pembungkaman terhadap seorang pejuang kemanusiaan,” tambah Prof. Nasomal.

Pihak keluarga besar almarhum bersama Media Putra Bhayangkara dan Pokdarkamtibmas Bhayangkara menyatakan akan menempuh segala upaya hukum, antara lain:
– Pelibatan Komnas HAM dan Komnas Perempuan.
– Koordinasi dengan Interpol dan mitra hukum regional.
– Desakan pembentukan Tim Investigasi Independen Nasional.
– Advokasi ke jalur hukum internasional bila proses domestik tidak berpihak pada keadilan

Prof. Nasomal menegaskan, ini bukan semata tuntutan keluarga, tapi bagian dari reformasi moral terhadap sistem perlindungan abdi negara.

“Kami tidak akan tinggal diam. Keadilan untuk Arya Daru Pangayunan adalah harga mati. Jika negara lalai, dunia akan kami beri tahu,” tegasnya.

Kepergian Arya Daru menjadi momen reflektif bagi seluruh elemen bangsa. Ketika seorang pengabdi tanpa pamrih gugur dalam diam, negara wajib hadir bukan hanya dengan duka, tetapi dengan tindakan nyata. Masyarakat kini menanti satu hal : keadilan yang transparan dan tegas.

 

(Ronald Harahap)

763
Tags: Arya Daru PangayunanAsia TenggaraDiplomat MudaProf. Nasomal.TPPOWarga Negara Indonesia
Previous Post

Cegah Karhutla Meluas, Kapolri Instruksikan Respons Cepat Padamkan Titik Api

Next Post

Diduga Terima Gratifikasi Rekrutmen Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Mahasiswa Minta Bupati Pecat Saiful Bahri

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Ket. Aksi AKMI Aliansi Kesatuan Mahasiswa Indonesia Gelar Demonstrasi di PDAM perumda Tirta Bhagasasi Cabang Poncol Kamis,24/7/2025.

Diduga Terima Gratifikasi Rekrutmen Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Mahasiswa Minta Bupati Pecat Saiful Bahri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.