Korannusantara.id, Jakarta – Analis Politik dan Pemerhati Sosial, Nasky Putra Tandjung, kecam keras segelintir pihak yang coba politisasi, framing negatif dan upaya adu domba soal pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengenai perubahan logo gajah kepala merah PSI.
Nasky menilai, pernyataan Dasco tak ada sama sekali berniat untuk menyinggung ataupun menyudutkan pihak mana pun. Namun, narasi dan framing negatif yang di ruang publik dan media sosial belakangan ini sengaja dibangun dan di orkestrasi sedemikian rupa oleh segelintir oknum untuk menjatuhkan reputasi, integritas, dan kapasitasnya sebagai pelayan rakyat dan pejabat publik.
“Oleh karena itu, sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil civil society, kami mengajak dan mendorong seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga solidaritas dan kondusifitas dalam proses transisi kepemimpinan pemerintahan Presiden RI, Prabowo berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Nasky dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Minggu (20/7/2025).
Founder Nasky Milenial Center menegaskan, pernyataan Sufmi Dasco hanya gurauan semata, jangan terlau jauh dikait-kaitkan keranah politik yang tidak relevan, rakyat bisa dirugikan.
“Nasky menguraikan, selama ini Dasco bekerja sangat konsisten serta selalu berpihak pada kepentingan rakyat, dalam mengimplementasikan peran strategis nya sebagai Wakil Ketua DPR RI sebagai wadah aspirasi masyarakat dan penyambung lidah rakyat kepada Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan keamanan nasional,” jelasnya.
“Karena itu, Mari sama-sama kita fokus mendukung program Bapak Presiden Prabowo untuk mensejahterakan rakyat. Semua pihak harus bergotong-royong dan bersinergi demi terwujudnya Indonesia maju, adil dan sejahtera,” sambungnya.
Alumni Indef school of political economy Jakarta ini mengajak elemen masyarakat fokus pada substansi kebijakan dan kepentingan rakyat. Seyogianya ruang-ruang publik digunakan untuk membahas isu-isu yang relevan dengan kepentingan rakyat.
“Stop politisasi berlebihan bisa memperuncing perbedaan pendapat dan menciptakan polarisasi di tengah masyarakat. Terutama yang tidak relevan atau merugikan kepentingan publik. Hal ini penting untuk merawat keutuhan NKRI,” imbuhnya.
Di samping itu, Nasky mengajak semua pihak perkuat persatuan dalam semangat gotong royong dalam membangun bangsa Indonesia ke depan. Semua komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan menjaga persatuan dan kesatuan, maka bangsa Indonesia akan semakin kokoh dan tidak mudah digoyahkan oleh siapapun.
“Kita harus bersatu padu dalam upaya membangun negeri ini menjadi lebih baik dan maju. “Bhinneka Tunggal Ika”, Mari tinggalkan perbedaan dan bersatu dalam kerja keras untuk bangsa Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera,” tegas Nasky.
“Mari sama-sama kita jaga dan rawat persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa demi mewujudkan Indonesia adil dan makmur. Persatuan dan kesatuan merupakan benteng utama bangsa yang harus tetap dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad buka suara terkait candaannya tentang perubahan logo ramai dikaitkan dengan perubahan logo gajah kepala merah PSI. Dasco menegaskan tak ada menyindir PSI.
“Ya kita kan sebenarnya kan itu candaan ringan internal di Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), kebetulan saya ketua dan penasihatnya, saya ya nggak ada niat sama sekali sindir-menyindir,” kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/7/2025). (red)



