• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

Pemerintah Dinilai Kurang Serius dalam Perlindungan Anak, Pansus DPRD Alimudin Soroti Minimnya Dukungan Fasilitas dan Anggaran

Adis by Adis
21 Juli 2025
in Daerah
0
Pemerintah Dinilai Kurang Serius dalam Perlindungan Anak, Pansus DPRD Alimudin Soroti Minimnya Dukungan Fasilitas dan Anggaran

Ket. Rapat Anggota Pansus 6 DPRD Kota Bekasi Alimudin dengan Dinas terkait senin,21/7/2025 Di Ruang Rapat Komisi DPRD Kota Bekasi.

0
SHARES
151
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Kota Bekasi – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan tentang Perlindungan Anak yang digelar pada Senin, 21 Juli 2025, mengungkap sejumlah persoalan mendasar terkait keseriusan pemerintah dalam melindungi hak-hak anak di daerah. Hal ini disampaikan oleh Anggota Panitia Khusus (Pansus) 6 DPRD, Alimudin, yang menyoroti lemahnya komitmen pemerintah dalam pelaksanaan program perlindungan anak.

Menurut Alimudin, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) sebagai leading sector belum memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang seharusnya menjalankan tugas teknis layanan perlindungan perempuan dan anak secara profesional dan terpisah. Saat ini, semua layanan masih terpusat di lantai 5 Gedung Pemerintah Kota, dengan kondisi tata ruang yang dinilai tidak layak, terlebih ketika masyarakat ramai melakukan pelaporan kasus kekerasan atau permasalahan anak.

“Kondisi ini jelas menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak. Ruang pelayanan yang sempit dan tidak layak menunjukkan bahwa isu perlindungan anak belum menjadi prioritas,” ujarnya.

Selain itu, dari sisi sumber daya manusia, Alimudin mengungkap bahwa jumlah pegawai di DP3A hanya 34 orang dari standar minimal 56 pegawai, jauh di bawah rata-rata daerah lain yang sudah lebih siap menangani isu-isu sensitif terkait anak dan perempuan.

Ironisnya, kantor Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan dan pelaporan kasus, justru terancam digusur tanpa adanya kejelasan relokasi.

Alimudin juga menyoroti minimnya anggaran yang dialokasikan untuk DP3A. Hal ini berdampak langsung pada lemahnya penegakan hukum dan Peraturan Daerah yang sudah ada. “Saya sangat prihatin. Pemerintah terkesan tidak serius, bahkan cenderung abai. Dalam hal penegakan perda saja masih sangat lemah,” tuturnya.

Ket. Rapat Pansus 6 DPRD Kota Bekasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) senin , 21/7/2025 Diruang Rapat Komisi DPRD Kota Bekasi.

Sebagai bagian dari lembaga legislatif, DPRD melalui Pansus 6 menegaskan komitmennya untuk memperkuat aspek regulasi dan pengawasan dalam Raperda ini. Tujuannya, agar kehadiran negara benar-benar terasa dalam upaya perlindungan anak sebagai bagian dari pelayanan publik yang hakiki.

“Kami akan memperjuangkan agar Raperda ini tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi bisa menjadi alat nyata untuk mendorong perubahan sistemik dalam perlindungan anak,” tegas Alimudin.

531
Tags: AlimudinAnggota Panitia Khusus (Pansus) 6 DPRDDinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD)
Previous Post

Tim Investigasi Empat Media Klarifikasi Isu Skandal Pasir Ilegal, Kapolsek Maesa Bitung: “Berita Itu Tidak Benar”

Next Post

Peduli Dengan Keberlangsungan Masyarakat Tani, HMI Cabang Natuna Laksanakan Penyuluhan Pertanian

Adis

Adis

Next Post
Peduli Dengan Keberlangsungan Masyarakat Tani, HMI Cabang Natuna Laksanakan Penyuluhan Pertanian

Peduli Dengan Keberlangsungan Masyarakat Tani, HMI Cabang Natuna Laksanakan Penyuluhan Pertanian

Comments 0

  1. Windu says:
    10 bulan ago

    Kawal terus pa dewan sampai bekasi jadi kota yg aman bagi tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus masa depan yg berimtaq dan ber iptek dengan akhlak mulia

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.