Korannusantara.id – Beringin, Pegunungan Bintang, Di tengah dinginnya udara Pegunungan Bintang yang menyejukkan, kehangatan terasa mengalir dari dalam sebuah bangunan sederhana di Kampung Beringin, Distrik Bime.
Suara puji-pujian dan doa menggema lembut saat personel TNI dari Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS) Pos Dinmot melangsungkan ibadah Minggu bersama warga, Minggu (20/7/2025).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, namun menjadi simbol eratnya hubungan antara prajurit penjaga perbatasan dan masyarakat yang mereka lindungi. Dalam balutan kesederhanaan, ibadah berlangsung khidmat dan penuh haru. Dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat, suasana menjadi sarat makna, menguatkan ikatan spiritual dan emosional yang telah terjalin lama.
“Kami percaya bahwa menjaga wilayah perbatasan bukan hanya soal senjata dan patroli, tapi juga tentang merawat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan,” ungkap Danpos Dinmot, Letda Inf Ardiansyah, usai ibadah.
Menurutnya, kegiatan ibadah ini merupakan bagian dari komitmen Satgas Pamtas Yonif 751/VJS untuk membangun kedekatan yang tulus dengan masyarakat, khususnya dalam dimensi spiritual yang sering kali menjadi kekuatan utama warga di daerah terpencil.
Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai wujud pelayanan rohani dan manifestasi kemanunggalan TNI dan rakyat.
Selama ibadah, terlihat personel TNI dan warga duduk berdampingan tanpa sekat. Anak-anak bernyanyi dengan polos, sementara para orang tua melafalkan doa dengan wajah yang tenang. Kehadiran para prajurit TNI bukan hanya memberikan rasa aman secara fisik, tapi juga mengisi kekosongan spiritual yang sering dialami masyarakat di daerah perbatasan yang jauh dari akses pelayanan keagamaan yang layak.
Mama Yuliana, salah satu tokoh perempuan Kampung Beringin, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Beta senang sekali, TNI datang ibadah sama-sama. Kami rasa Tuhan dekat kalau begini. Anak-anak juga senang, mereka bisa belajar kasih dan damai dari abang-abang tentara,” tuturnya dengan mata berbinar.
Momen ibadah tersebut juga dijadikan sarana untuk mempererat komunikasi dan memperkuat nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan kasih sayang. Di akhir kegiatan, Danpos dan warga saling berjabat tangan dan berbagi makanan ringan hasil kebun masyarakat, mencerminkan kedekatan yang tulus.
Melalui kegiatan seperti ini, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 751/VJS menunjukkan bahwa kehadiran TNI di wilayah perbatasan bukan hanya untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga untuk menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat.
Ibadah Minggu bersama ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah tugas negara yang berat, para prajurit tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan.
TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga batas, tapi juga sebagai penjaga harapan.



