• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Daerah

PU Fraksi Tak Dibacakan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Walkout dari Paripurna DPRD Lamongan

Redaksi by Redaksi
10 Juli 2025
in Daerah, Politik
0
PU Fraksi Tak Dibacakan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Walkout dari Paripurna DPRD Lamongan

Ket : Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Erna Sujarwati, Walkout Rapat Paripurna DPRD Lamongan.

0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id – Lamongan, Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lamongan mendadak memanas, Rabu sore (9/7/2025), usai Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Erna Sujarwati, secara mengejutkan memilih walkout dari forum sidang.

Langkah ini diambil setelah pimpinan rapat memutuskan bahwa Pandangan Umum (PU) Fraksi terhadap P-APBD 2025 tidak perlu dibacakan, melainkan cukup disampaikan secara tertulis.

Keputusan itu sontak menyulut kekecewaan Erna. Ia menyatakan bahwa pembacaan PU Fraksi bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari fungsi legislasi dan kontrol anggaran terhadap eksekutif.

“Bagaimana kita bisa tahu, apakah rancangan anggaran yang disusun kepala daerah benar-benar untuk rakyat atau hanya untuk elite? Apakah sudah memenuhi kepentingan publik atau belum?” kata Erna, Rabu (9/7/2025).

Demokrasi Digeser, Musyawarah Dibuang

Erna juga mempertanyakan mekanisme pengambilan keputusan pimpinan DPRD yang dinilainya tidak mencerminkan semangat kolektif kolegial. Ia menuding keputusan untuk tidak membacakan PU Fraksi diambil secara sepihak dan tergesa-gesa.

“Seharusnya dibahas lewat musyawarah mufakat, bukan langsung ‘voting’ angkat tangan tanpa pembahasan mendalam. Ini forum tertinggi legislatif, bukan ruang komando,” sindirnya tajam..

Sendirian dalam Prinsip, Fraksi Lain Kompak Diam

Berbeda dengan Fraksi PDI Perjuangan, mayoritas fraksi di DPRD Lamongan termasuk Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, PAN, NasDem, Ummat, dan Keadilan Sejahtera lebih memilih tidak membacakan PU Fraksinya. Sikap kolektif ini justru menguatkan kesan bahwa suara-suara kritis kini kian terpinggirkan di ruang parlemen daerah.

Alih-alih berdiri bersama menyuarakan transparansi, sebagian fraksi justru memilih menyerahkan naskah tanpa pembacaan, membiarkan publik hanya menebak-nebak arah kebijakan anggaran yang diusulkan.

“Kalau semua fraksi hanya menyerahkan naskah tanpa dibacakan, lalu siapa yang akan menjelaskan dan mempertanggungjawabkan sikap politik kita kepada rakyat?” katanya dengan nada getir.

Kritik Tajam untuk Pimpinan DPRD

Erna Sujarwati tak menutupi kekesalannya terhadap pimpinan DPRD yang dianggap menggerus nilai-nilai keterbukaan. Ia menyebut, keputusan tersebut melemahkan fungsi DPRD sebagai lembaga representatif yang seharusnya berdiri sejajar dengan eksekutif, bukan sekadar “stempel kebijakan” yang pasif dan manut.

“Bacaan Pandangan Umum itu momen penting. Dari situ kita tahu bagaimana komitmen fraksi terhadap isu-isu publik. Tapi sekarang, publik hanya disuguhi diam dan dokumen,” tuturnya.

Demokrasi Lokal di Persimpangan

Walkout Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menjadi isyarat serius bahwa demokrasi lokal Lamongan sedang tidak baik-baik saja. Di tengah pembahasan Perubahan APBD 2025 yang menyangkut hajat hidup orang banyak, publik justru disuguhi proses politik yang dinilai minim transparansi dan diskusi substansial.

Ketika penyampaian pandangan fraksi hanya dijadikan formalitas administratif, ruang partisipasi rakyat pun kian menyempit.

“Jangan heran jika publik makin apatis terhadap politik. Kalau di DPRD saja pendapat sudah tidak boleh dibacakan, lalu apa bedanya dengan pemerintahan otoriter berselimut demokrasi ?” ucap Erna, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan.

355
Tags: DPRD LamonganErna SujarwatiKetua Fraksi PDI PerjuanganRapat paripurnawalkout dari forum sidang.
Previous Post

Wamendagri Ribka Haluk Hadiri Pembukaan HUT Ke-45 Dekranas di Balikpapan

Next Post

Transfomasi Polri Presisi Wujudkan Swasembada Pangan, Pengamat Nilai Kapolri Role Model dalam Ketahanan Pangan Nasional

Redaksi

Redaksi

Satu Klik Rubah Dunia

Next Post
Transfomasi Polri Presisi Wujudkan Swasembada Pangan, Pengamat Nilai Kapolri Role Model dalam Ketahanan Pangan Nasional

Transfomasi Polri Presisi Wujudkan Swasembada Pangan, Pengamat Nilai Kapolri Role Model dalam Ketahanan Pangan Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.