Korannusantara.id, Jakarta – Analis Politik dan Pemerhati Sosial, Nasky Putra Tanjung, apresiasi dan dukung penuh kebijakan Komisi III DPR RI akan perjuangkan dan setujui usulan Polri untuk penambahan pagu anggaran tahun 2026.
Nasky menilai, Kebijakan Komisi III DPR RI sudah tepat. Polri dibawah kepemimpinan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran nya yang terus berbenah diri sehingga tuai keberhasilan dan capaian kinerja yang baik dari aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum serta sektor lainnya.
Nasky menjelaskan, Saat ini situasi dinamika geopolitik global hari ini tak menentu. Perang Iran-Israel menegangkan Timur Tengah dan menekan stabilitas energi global. Konflik Rusia dengan Ukraina yang berkepanjangan merusak rantai pasok pangan dan energi, serta mendorong eskalasi senjata di Eropa Timur. Semua ini saling terhubung, memicu inflasi global, krisis energi, dan merembet ke Asia Tenggara.
Perkuat Modernisasi Polri
“Oleh sebab itu, Sah-sah saja jika Polri mengusulkan untuk tambahan anggaran tahun 2026. Terlebih kata Nasky, Di era digital saat ini, modus kejahatan semakin canggih. Karena itu, Polri harus siap adaptif sesuai perkembangan zaman, seperti; modernisasi sarana dan prasarana untuk terus meningkatkan kapasitas teknologi, mulai dari sistem pengawasan berbasis Artifial Inteligence, analisis big data untuk pencegahan kejahatan dan penguatan keamanan siber,” kata Nasky dalam siaran persnya, di Jakarta, pada Rabu (9/7/2025).
Modernisasi Polri suatu keniscahayan perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena, Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil civil society Kami apresiasi dan dukung penuh upaya Polri yang terus bertransformasi menjadi lebih baik dan profesional serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dalam pelayanan kepolisian menjalankan tugas dan fungsi nya sesuai amanat undang-undang yang berlaku.
Selain itu, Berbagai program strategis telah diwujudkan Polri inovasi-inovasi pelayanan kepada masyarakat, seperti samsat online, SIM online, SKCK online, membuka gerai pelayanan Polri di pusat perbelanjaan, serta penambahan jumlah unit pelayanan SIM keliling, SKCK keliling, dan SIM masuk desa. Polri pun terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan perizinan dan nonperizinan melalui Samsat dan mal pelayanan publik (MPP).
“Dalam konteks reformasi birokrasi, Polri juga mendorong peningkatan pelayanan publik yang terintegrasi berbasis big data. Peningkatan integrasi teknologi dan komunikasi dengan media pun dilakukan untuk akses layanan, informasi, pengaduan, dan partisipasi masyarakat. Tentunya harapan ke depan adalah bagaimana Polri mampu memberikan pelayanan yang betul-betul dengan online, tidak perlu datang ke kantor-kantor pelayanan dan semua bisa terlayani dengan baik,” imbuhnya.
Karena itu, Alumny Indef school of political econmy Jakarta mengungkapkan, akan ikut pro-aktif mendorong Polri untuk pengembangan sistem pelaporan dan respon cepat berbasis digital, peningkatan kapasitas forensik digital, modernisasi peralatan investigasi cyber crime, dan pelatihan intensif SDM di bidang teknologi.
“Langkah strategis dan inovasi-inovasi Polri ini sejalan dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan SDM, sains, dan teknologi,” ujarnya.
Perkuat Patroli Presisi
Program patroli perintis presisi dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Nasky menilai Polri menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan sukses menggelar Operasi Pekat 2025 di seluruh wilayah polda se-Indonesia. Dari hasil Operasi Pekat yang difokuskan pada kawasan industri sepanjang 2025, Polri telah mengamankan 13.438 pelaku premanisme.
Dia berpandangan, Program ini untuk melakukan tindakan preventif, mencegah kriminalitas dan premanisme, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program Kapolri Nomor 5 tentang pemantapan kinerja pemeliharaan Kamtibmas, sekaligus berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Polri Selamatkan Generasi Masa Depan
Polri terus berupaya memberantas peredaran narkoba. Per Juni 2025 Polri berhasil mengungkap 23.456 perkara sehingga mampu menyelamatkan 35,7 juta jiwa. Sebagai leading sector, Polri berhasil melakukan penegakan hukum terhadap 23.456 perkara yang melibatkan 32.403 tersangka, dengan barang bukti berbagai jenis narkoba senilai Rp.6,97 Triliun.
Selain itu, Polri juga mengidentifikasi 325 kampung narkoba dan mentransformasi 145 di antaranya menjadi Kampung Bebas dari Narkoba, melakukan kampanye antinarkoba, serta melakukan rehabilitasi terhadap 1.543 korban penyalahgunaan narkoba.
Polri Beperan Aktif Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Nasional dan Makan Bergizi Gratis
Nasky menyampaikan Polri berhasil menggalakkan program ketahanan pangan nasional. Per Juni 2025 sudah panen raya hingga 2,5 juta ton. Selanjurnya, Polri juga telah menjalankan program pekarangan pangan bergizi dan Pemanfaatan lahan produktif guna mengoptimalkan lahan yang belum terkelola.
“Sisi lain, Nasky memaparkan, capian keberhasilan Polri dibawah kepemimpinan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mampu mengejewantahkan pemikiran serta mendukung dan mensukseskan misi besar asta cita Presiden Prabowo seperti; mendukung program makan bergizi gratis (MBG) hingga Juni 2025 sudah terdapat 139 SPPG yang diproyeksikan dapat melayani 430 ribu penerima manfaat,” paparnya.
Sementara itu, tambah Nasky Polri juga telah melakukan rekrutmen 593 personel Bintara Kompetensi Khusus, serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dan Bintara Penggerak Ketahanan Pangan sebagai ujung tombak pelaksana di lapangan.
Seterusnya, Polri juga mengembangkan inovasi bibit unggul, pupuk, dan aplikasi Gugus Tugas Polri mendukung ketahanan pangan. Polri turut memberikan bantuan Alsintan dan pendampingan teknis pada seluruh tahapan budidaya jagung, membangun 18 gudang Pangan Polri, hingga menginisiasi kolaborasi untuk menyatukan kepentingan dari hulu hingga ke hilir dengan menjadikan koperasi sebagai garda terdepan.
“Berdasarkan fakta dan data-data keberhasilan dan capian Polri diatas, Founder Nasky Milenial Center mengegaskan, Wajar saja jika Polri mengusulkan dan meminta penambahan anggaran operasional tahun 2026, seyogianyan untuk perkuat kinerja Polri dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” tegas.
“Kami sangat menghargai kerja keras seluruh jajaran Polri di Indonesia yang tidak hanya berhasil menekan angka kriminalitas, narkoba, TPPO, judi online, tetapi juga terus adaptif dengan perkembangan teknologi,” sambung dia.
“Kami optimis, Sinergi kolaborasi antara Pemerintah, DPR RI, Polri dan TNI dengan semangat merah putih serta keteguhan tekad seluruh komponen bangsa, kita mampu menggapai cita-cita mulia melindungi segenap bangsa Indonesia, serta dapat mengentaskan kemiskinan kehidupan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, mengatakan usulan tersebut disetujui dalam rapat kali ini. Komisi III DPR RI juga akan memperjuangkan usulan tambahan yang diajukan Polri sebesar Rp.63,7 triliun.
“Komisi III DPR RI menerima dan menyetujui penjelasan usulan program Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai dengan pagu indikatif tahun anggaran 2026 sebesar Rp.109.672.114.373.000 (Rp.109 triliun) dan akan memperjuangkan usulan tambahan yang diajukan sebesar Rp.63.795.421.525.000 (Rp.63,7 triliun) sehingga menjadi sebesar Rp.173.467.535.898.000 (Rp.173 triliun),” kata Sari membacakan kesimpulan rapat. (red)



