Korannusantara.id – Jakarta, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan tokoh otomotif nasional Hasyim Joyohadikusumo, mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2025 yang digelar di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) Ancol, Sabtu (21/6).
Mewakili Presiden FIA, Bamsoet secara resmi mengalungkan FIA President Medal kepada Dan Ticktum, pembalap tim Cupra Kiro asal Inggris yang berhasil menjadi juara pertama. Posisi kedua diraih Edoardo Mortara (Mahindra Racing, Swiss), disusul Nico Mueller (Andretti, Swiss) di posisi ketiga.

“Kesuksesan Jakarta E-Prix 2025 bukan hanya milik penyelenggara dan peserta, tapi juga milik seluruh masyarakat Indonesia. Ini pembuktian nyata bahwa kita mampu menyelenggarakan kejuaraan internasional berstandar tinggi. Kita tidak hanya menyelenggarakan balapan, tetapi menyuguhkan masa depan,” ujar Bamsoet.
Dorong Kendaraan Listrik dan Industri Kreatif
Lebih dari sekadar ajang balap, Bamsoet menekankan bahwa Jakarta E-Prix berperan penting dalam promosi kendaraan listrik di Indonesia serta mendorong percepatan transisi energi ramah lingkungan.
“Jakarta E-Prix menjadi sarana edukatif dan promosi yang sangat efektif. Debut mobil GEN3 Evo yang hadir dengan akselerasi 0-60 mph lebih cepat 30% dibanding Formula 1 saat ini, menunjukkan bagaimana teknologi Formula E berada di garda terdepan elektrifikasi,” jelas Bamsoet.
Ia menambahkan, teknologi kendaraan GEN3 Evo juga mencatat peningkatan kecepatan hingga 36% dibandingkan generasi sebelumnya, menjadikan Formula E semakin menarik sebagai ajang balap futuristik dan berkelanjutan.
Dampak Ekonomi dan Sosial Nyata
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan KADIN Indonesia ini juga menggarisbawahi dampak ekonomi dari event internasional ini, terutama bagi sektor pariwisata dan pelaku UMKM lokal.
“Hotel-hotel di sekitar Ancol hampir penuh sejak tiga hari sebelum balapan. UMKM, bisnis kuliner, dan industri kreatif juga mengalami lonjakan permintaan. Jakarta E-Prix bukan sekadar tontonan, tapi juga penggerak roda ekonomi,” ujarnya.
Dengan puluhan ribu pengunjung domestik dan internasional, event ini terbukti mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, sembari memperkenalkan kekayaan budaya dan atraksi Jakarta ke panggung dunia.
“Event olahraga internasional seperti Formula E memiliki multiplier effect yang luar biasa. Jakarta E-Prix telah memberi bukti nyata bahwa olahraga bisa menjadi kekuatan strategis dalam pembangunan ekonomi dan diplomasi budaya Indonesia,” pungkas Bamsoet.



