• Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Koran Nusantara
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
No Result
View All Result
Koran Nusantara
No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini
Home Nasional

PKB Gelar Konferensi Pesantren Internasional 24-26 Juni: Pesantren Naik Kelas Menuju Indonesia Emas

Putra by Putra
18 Juni 2025
in Nasional, Politik
0
PKB Gelar Konferensi Pesantren Internasional 24-26 Juni: Pesantren Naik Kelas Menuju Indonesia Emas

Ket. Jajaran Pengurus DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat konferensi pers, Selasa (17/6/2025). (Foto:Ist)

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Korannusantara.id, Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal menggelar konferensi internasional bertajuk Pesantren Berkelas Menuju Indonesia Emas: Menyatukan Tradisi, Inovasi, dan Kemandirian. Acara tersebut rencananya akan digelar di Hotel Sahid, Jakarta, 24-26 Juni mendatang.

Ketua Dewan Syura PKB, Ketua Umum PKB, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, hingga Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie dijadwalkan menjadi narasumber.

Sekretaris Dewan Syuro PKB Saifullah Maksum mengatakan, konferensi internasional tersebut merupakan wujud kepedulian PKB terhadap pesantren.

“Jadi intinya bagi PKB jangan sampai pesantren hanya menjadi penonton terhadap proses perubahan zaman yang sedang terjadi. Jadilah pemain, jadi agen perubahan. Karena apa? Pesantren dulu pernah punya legasi, pernah punya pengalaman ikut jadi agen perubahan zaman prakemerdekaan, kemerdekaan, sampai pada zaman pembangunan awal itu pesantren menjadi ikon perubahan di tengah-tengah masyarakat,” ujar dia saat konferensi pers, dikutip Rabu (18/6/2025)

“Tapi sejak tahun 1990 ke sini itu mulai pelan-pelan mulai termarginalisasi oleh perkembangan zaman. Sebetulnya pesantren bukannya diam, sudah melakukan banyak hal, tapi yang lain itu lebih cepat gitu loh. Kita ingin PKB itu mendorong supaya lebih cepat lagi pesantren bergerak menuju sesuatu yang jelas,” sambung dia.

Saifullah menjelaskan, konferensi tersebut sebagai ruang penting untuk mencari solusi atas masalah-masalah yang tengah dihadapi pesantren, mulai dari transformasi budaya, teknologi, hingga digitalisasi, yang memang membutuhkan pendekatan yang matang.

“Itulah peran PKB untuk mendorong itu dan kami juga akan mengawal supaya dari pemikiran yang berkembang di konferensi itu kita akan lakukan monitoring dan lakukan kolaborasi dengan lembaga pesantren supaya betul-betul melaju dengan road map-nya, dengan rencana besarnya untuk ke depan pesantren ikut menjadi agen perubahan di tengah perubahan sosial,” ujarnya.

“Dari kacamata PKB, menurut kami dogma itu atau kaidah itu baru kuat pada aspek menjaga tradisinya. Tradisi kepesantrenan, keilmuan, kehidupan pesantren dan nilai-nilai pesantren itu cukup kuat. Tapi mengambil dari luar, transformasi dari luar, perkembangan dari luar, sistem dari luar itu belum cukup kuat dilaksanakan oleh pesantren,” sambungnya.

Saifullah menyebut, dari lebih 35 ribu pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama, tak lebih dari 5 persen yang mampu melahirkan ulama unggul dan memenuhi tantangan zaman.

“Oleh karena itu dengan konferensi ini kita bertujuan yang pertama adalah memberikan kesadaran baru pada seluruh pemangku kepentingan pesantren, pengasuh, pengambil kebijakan, untuk bersama-sama, secara kolektif kita paham bahwa ke depan pesantren punya tantangan yang sangat besar, tidak kita bisa enak-enak kayak selama ini. Kedua adalah munculnya rumusan tentang paradigma atau sistem baru yang memungkinkan pesantren ikut terlibat di dalam proses perubahan sosial,” tambah dia.

Dia menerangkan, PKB tak berniat merombak akar pesantren, tapi justru melengkapi dan mengoptimalkannya.

“Paling tidak apa sih yang bisa dilakukan perubahan inovasi oleh pesantren tanpa harus merombak agar tradisinya itu. Tradisi kesederhanaan, kebersahajaan, terus hidup 24 jam, hubungan kehormatan santri kiai, tidak hendak kita utak-atik. itu tetap harus kita pertahankan,” ucap dia.

Dalam konferensi nanti, PKB akan melibatkan kalangan ulama, akademisi, aktivis, dan praktisi teknologi untuk berbagi pengalaman mengenai transformasi lembaga pendidikan Islam.

Dalam FGD, misalnya, akan dibahas kurikulum, tata kelola, penerapan teknologi, hingga visi kemandirian pesantren. (red)

 

353
Tags: DigitalEkonomiIndonesia EmasIndonesia Emas 2045Konfrensi InternasionalPesantrenPKBSaifullah
Previous Post

Polres Tuban Turun Tangan Atasi Pendangkalan Kali Avur Penyebab Banjir

Next Post

Puji Sikap Kesatria Ketua DPRD Sumut, Pengamat Ajak Elemen Masyarakat Bersatu Jaga Persatuan dan Keutuhan NKRI

Putra

Putra

Next Post
Puji Sikap Kesatria Ketua DPRD Sumut, Pengamat Ajak Elemen Masyarakat Bersatu Jaga Persatuan dan Keutuhan NKRI

Puji Sikap Kesatria Ketua DPRD Sumut, Pengamat Ajak Elemen Masyarakat Bersatu Jaga Persatuan dan Keutuhan NKRI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Ucapan Selamat

Jasa Endorse Pemberitaan KoranNusantara

  • Redaksi
  • Kontak Iklan
  • Tentang Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Artikel
  • Artis
  • Hukum & Kriminal
  • Kuliner
  • Pendidikan
  • Sports
  • Bisnis
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.