Korannusantara.id – Kota Bekasi, Pengadaan obat-obatan RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun anggaran 2024 sebesar Rp30.836.439.493, diminta melakukan transparansi ke publik, Ketua Forum Mahasiswa Bekasi (Formabes) Rumi Chase menyampaikan keawak media, Selasa (17/6/2025) bahwa dengan anggaran Rp30 Milliyar publik harus mengetahui jenis obat – obat yang dibelanjakan RSUD sehingga pelayanan dalam penanganan kesehatan di RSUD Berjalan dengan sesuai dengan prosedur.
“Kami meminta kepada Dirut RSUD Chasbullah Abdulmadjid untuk melakukan relese obat – obatan yang dibelanjakan pada tahun 2024, demi pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat, sehingga publik mengetahui obat apa saja yang ada di RSUD kota Bekasi, dari yang generik sampai yang paten, jangan sampai ada masyarakat yang membeli obat di luaran” ujar Rumi.
Selain Rumi menyampaikan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mengeluarkan Biaya Bahan Obat-obatan Rp31.016.461.593 tahun anggaran 2025 terjadi peningkatan Rp1 Milliyar dari tahun 2024, perlu ada pengawasan dari seluruh elemen masyarakat guna mencegah masyarakat tidak terlayani dalam pengobatan di RSUD Kota Bekasi.
“Pembelanjaan obat-obatan meningkatkan dari lalu menjadi Rp31 Milliyar, sehingga perlu ada pengawasan dari masyarakat guna terlayaninya para pasien yang mengunakan obat-obatan di RSUD kota Bekasi, selain itu dalam pencegahan korupsi di sektor barang abis pakai maka perlu Direktur Utama (Dirut) membuka belanja obat apa saja yang dibelanjakan ditahun ini, sehingga terjadi peningkatan belanja obat – obatan ” ucap Rumi.
Rumi meminta kepada kepala kejaksaan negeri untuk juga mengaudit belanja obat-obatan di RSUD Chasbullah Abdulmadjid guna mencegah tindakan korupsi dan gratifikasi didalam pembelian obat – obatan yang digunakan untuk kesehatan masyarakat kota Bekasi.
“Kami meminta kepada kepala kejaksaan negeri kota Bekasi untuk mengaudit belanja obat-obatan yang dilakukan oleh RSUD Chasbullah Abdulmadjid, guna mencegah tindakan yang melawan hukum, ada ada dugaan bahwa terdapat Fee dalam pembelanjaan obat-obatan yang nilainya sangat besar, sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat berjalan dengan baik ” tutup Rumi.
(Adis)



