Korannusantara.id – Medan, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Senin pagi. Aksi ini menyuarakan dugaan praktik korupsi dalam proyek pembangunan Musholla Ar-Ridho di Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai. Senin (16/6)
Ketua Umum JMI, Ahmad Ridwan Dalimunthe, dalam orasinya mengungkapkan bahwa proyek musholla yang dikerjakan oleh Dinas Perkim sejak pertengahan 2024 diduga menyimpang dari spesifikasi yang dianggarkan.
“Kami menilai ada kejanggalan karena masyarakat dan BKM menolak serah terima bangunan. Pagu anggaran mencapai Rp1,1 miliar, namun kualitas bangunan jauh dari layak,” tegas Ridwan.
JMI menuntut Wali Kota Medan memanggil dua pejabat Dinas Perkim, Gunawan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Syahrial sebagai Ketua Tim Cikataru, untuk dimintai klarifikasi. Mereka juga meminta Kejari Medan turun tangan menyelidiki dugaan korupsi ini.
Tak hanya itu, Ridwan juga menyoroti munculnya nama seorang oknum berinisial DL yang disebut-sebut meminta “jatah” proyek hingga 70 persen di lingkungan Dinas Perkim, dengan mengatasnamakan Wakil Wali Kota Medan.
“Kami minta Wali Kota menegur Wakil Wali Kota secara tegas jika terbukti ada keterlibatan,” seru Ridwan di tengah aksi.
Menanggapi aksi tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Medan, Muhammad Sofyan, menemui massa aksi. Ia menyatakan bahwa seluruh aspirasi JMI akan disampaikan kepada Wali Kota Medan.

“Kami sarankan kepada Bapak Wali Kota agar Inspektorat melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait pembangunan musholla. Terkait inisial DL, akan kami sampaikan langsung kepada Bapak Wakil Wali Kota,” ujar Sofyan.
Aksi berlangsung damai dan dikawal aparat kepolisian. Massa membubarkan diri usai menyampaikan tuntutan dengan harapan ada tindak lanjut dari pihak Pemkot Medan.



