Korannusantara.id, Kota Bekasi — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama Forum Peduli Cijambe, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWCC), dan dinas terkait melakukan peninjauan langsung terhadap tiga titik lokasi calon pembangunan polder di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Cijambe. Jum’at (13/6) dalam unggahan resmi instagram @mastriadhianto.
Peninjauan ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemkot Bekasi dalam menangani persoalan banjir yang kerap dikeluhkan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, pengembang, dan masyarakat.

“Insyaallah, pada tahun 2026 mendatang, pembangunan polder besar akan direalisasikan di dua titik utama yakni Mustikajaya dan Bantargebang,” ujar Tri Adhianto dalam unggahan resminya di media instagram.
Polder yang direncanakan ini diharapkan mampu mengurangi ancaman banjir hingga setidaknya di separuh wilayah DAS Cijambe. Ribuan warga di sekitar lokasi akan merasakan dampak positif dari pembangunan tersebut.
Lebih lanjut, Wali Kota Bekasi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan, saluran air, dan ekosistem sekitar. Ia menegaskan bahwa pembangunan polder hanyalah satu dari sekian solusi yang ada, dan pelestarian lingkungan tetap menjadi kunci utama.
“Kami butuh dukungan semua pihak untuk menjaga lingkungan bersama-sama. Polder hanyalah salah satu solusi; lingkungan yang terjaga adalah kunci utamanya,” tambahnya.
Tri Adhianto juga menyampaikan Proyek ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menjawab persoalan banjir tahunan yang selama ini menghantui warga Bekasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Tutupnya.



