Korannusantara.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Budi Gunawan atau BG memimpin pemusnahan 2 ton narkoba hasil penangkapan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Belum lama ini BNN mengamankan 2 ton narkoba di Perairan Kepri. Sebelumnya, TNI AL yang menggagalkan penyelundupan narkoba dengan jumlah barang bukti lebih dari 2 ton sabu dan kokain. Dua pengungkapan kasus besar tersebut, kata Budi Gunawan, mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, perintah Presiden Prabowo sudah sangat jelas.
”Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus menjadi killing ground bagi bandar dan jaringan narkoba,” kata Budi Gunawan kepada awak media, dikutip Jumat (13/6/2025).
Sebelum pemusnahaan barang bukti narkoba dengan jumlah 2 ton hari ini, Budi Gunawan menyampaikan bahwa pada 20 Mei lalu TNI AL sudah memusnahkan barang bukti sebanyak 1.905 kilogram narkoba. Kemudian pada 26 Mei 2025, tim gabungan mengungkap dan memusnahkan narkoba jenis sabu dengan berat lebih kurang 2 ton.
Mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tersebut menyatakan bahwa pengungkapan kasus-kasus narkoba dengan jumlah barang bukti yang sangat banyak itu merupakan hasil kerja kolaboratif. Melibatkan BNN, TNI AL, Bea Cukai, dan Polri. Sementara pemusnahan barang bukti yang dilakukan oleh pemerintah merupakan wujud komitmen terhadap pemberantasan narkoba.
”Pemusnahan ini merupakan bukti kerja panjang, senyap, dan berani dari seluruh tim dalam memerangi narkoba,” tegasnya.
Desk Pemberantasan Narkoba yang dikomandoi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Budi Gunawan, telah menangani 22.481 kasus narkoba sejak terbentuk pada 4 November 2024 .
“Sejak desk ini dibentuk mulai tanggal 4 November tahun 2024 telah menangani 22.481 kasus dengan total 24.416 kita tersangka,” kata Budi Gunawan dalam jumpa pers pemusnahan barang bukti narkoba sebanyak dua ton di Batam.
Menurut pria yang akrab disapa BG ini, pembentukan Desk Pemberantasan Narkoba merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.
Pembentukan desk ini, kata BG, juga merupakan implementasi dari salah satu poin Astacita yang menekankan tentang pemberantasan narkoba.
BG melanjutkan, dari ribuan pengungkapan kasus narkoba yang telah dilakukan Desk Pemberantasan Narkoba, tangkapan yang paling besar yakni pengungkapan penyelundupan narkoba seberat dua ton di Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.
Pengungkapan itu dilakukan oleh BNN, TNI AL, Bea Cukai dan Polri yang merupakan bagian dari Desk Pemberantasan narkoba.
“Penyelundupan narkoba jenis sabu, kurang lebih dua ton yang akan kita musnahkan pada hari ini yang merupakan sejarah terbesar dalam pengungkapan narkoba di negara kita,” kata dia.
Karenanya, BG sangat mengapresiasi kinerja para aparat yang tergabung dalam desk tersebut.
“Bapak Presiden juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas upaya kita semua dan kerja keras tim gabungan yaitu dari BNN, TNI Angkatan Laut, Bea Cukai dan Polri yang telah berhasil menggagalkan aktivitas penyelundupan narkoba di wilayah perairan Kepulauan Riau ini,” kata dia. (red)



